INNOSPACE Cetak Rekor Uji Mesin Metana 420 Detik, Teknologi Pendinginan Ganda Siap Tingkatkan Efisiensi Roket

- Kamis, 04 Juni 2026 | 23:00 WIB
INNOSPACE Cetak Rekor Uji Mesin Metana 420 Detik, Teknologi Pendinginan Ganda Siap Tingkatkan Efisiensi Roket

Perusahaan jasa peluncuran satelit asal Korea Selatan, INNOSPACE, mengumumkan keberhasilan pengembangan teknologi pendinginan regeneratif bahan bakar ganda untuk mesin metana, yang diuji dalam pembakaran statis kontinu selama 420 detik mencatatkan rekor waktu operasi terpanjang untuk jenis mesin serupa di negara tersebut. Pengumuman ini disampaikan pada 4 Juni lalu, menandai loncatan signifikan dalam teknologi propulsi ruang angkasa skala kecil.

Teknologi baru ini diterapkan pada mesin metana cair bernama LiMEK-04 yang memiliki daya dorong 0,4 ton. Menurut pernyataan resmi INNOSPACE, mesin tersebut direncanakan akan diintegrasikan ke dalam tahap pendorong roket HANBIT-Micro generasi baru. Tahap pendorong merupakan sistem propulsi yang beroperasi setelah tahap kedua roket menyelesaikan tugasnya, berfungsi untuk memandu satelit ke orbit target dengan presisi tinggi.

Berbeda dengan mesin metana konvensional yang hanya menggunakan bahan bakar metana cair untuk mendinginkan ruang pembakaran, teknologi INNOSPACE memanfaatkan metana cair dan oksigen cair secara bersamaan dalam proses pendinginan regeneratif. Perusahaan menyebutkan bahwa metode ini mampu meningkatkan aliran cairan pendingin sekitar tiga hingga 3,4 kali lipat dibandingkan teknologi yang ada saat ini, sekaligus mengurangi tekanan yang dibutuhkan dalam sistem pasokan bahan bakar.

Dampak dari efisiensi ini cukup strategis. Tangki bahan bakar dan sistem pengiriman dapat dirancang lebih ringan, sehingga berkontribusi pada pengurangan berat keseluruhan roket dan peningkatan kapasitas muatan. Dalam pasar roket kecil, efisiensi berat menjadi faktor penentu daya saing layanan peluncuran.

Kim Soo-jong, CEO sekaligus pendiri INNOSPACE, menyatakan bahwa permintaan global terhadap sistem propulsi ruang angkasa skala kecil meningkat pesat.

“Teknologi ini dapat diterapkan tidak hanya pada roket yang dapat digunakan kembali yang menggunakan bahan bakar metana, tetapi juga pada tahap pendorong orbital untuk satelit kecil dan sistem propulsi untuk operasi eksplorasi ruang angkasa di masa depan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Mei 2024, INNOSPACE telah melakukan uji pembakaran statis selama 237 detik pada mesin metana yang sama. Setelah serangkaian peningkatan dan penyempurnaan pada teknologi pendinginan bahan bakar ganda, perusahaan berhasil memperpanjang waktu pengujian menjadi 420 detik pada Mei tahun ini. Hasil tersebut mengonfirmasi ketahanan dan kinerja mesin dalam kondisi operasional nyata.

Sementara itu, INNOSPACE juga tengah menyelesaikan prosedur perizinan dari Badan Antariksa Korea (KASA) untuk melakukan peluncuran roket HANBIT-Nano berikutnya pada kuartal ketiga tahun ini. Langkah ini diambil setelah perusahaan menyelesaikan sejumlah masalah yang menyebabkan penghentian dini misi peluncuran komersial pertama pada Desember 2025.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar