Cuaca Jakarta memang terik, tapi semangat para pemudik di Terminal Kalideres tak pernah padam. Menjelang puncak arus mudik, suasana terminal itu ramai seperti biasa. Nah, dalam situasi seperti inilah, anggota DPRD DKI Jakarta dari PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, tiba-tiba muncul. Ia melakukan inspeksi mendadak, atau sidak, untuk mengecek langsung kesiapan pelayanan buat masyarakat.
“Secara umum operasional terminal berjalan cukup baik. Fasilitas utama seperti ruang tunggu, loket tiket, area keberangkatan dan kedatangan, serta papan informasi sudah tersedia dan berfungsi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa lalu.
Ia menegaskan, sidak ini intinya untuk memastikan para pemudik dapat pelayanan yang layak. Aman, dan yang penting, nyaman.
Namun begitu, bukan berarti semuanya beres. Pria yang akrab disapa Bang Kent itu mencatat beberapa hal yang masih perlu dibenahi. Kebersihan, misalnya. Toilet dan beberapa sudut ruang tunggu dinilainya belum optimal.
“Kami meminta pengelola terminal Kalideres ini bisa meningkatkan frekuensi pembersihan dan memastikan petugas kebersihan siaga selama 24 jam, mengingat jumlah penumpang akan meningkat signifikan,” tegasnya.
Persoalan lain adalah udara. Ruang tunggu penumpang terasa begitu pengap, minim fasilitas penyejuk ruangan. Di tengah cuaca panas jelang Lebaran, kondisi ini jelas bikin tak nyaman.
“Memang kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup terik. Ini akan menjadi perhatian kami ke depannya terkait kebutuhan penyejuk udara,” ujar Kent.
Belum lagi soal antrean. Menurut pengamatannya, masih ada potensi penumpukan penumpang di titik-titik rawan seperti loket tiket dan area boarding. Ia mendorong pengaturan antrean yang lebih tertib, plus penambahan petugas lapangan untuk mengurai kepadatan.
Dari sisi keamanan, ia mengapresiasi kehadiran petugas gabungan. Tapi pengawasan harus diperketat lagi, terutama untuk mengantisipasi calo tiket atau tindak kriminal lainnya. “Kami juga meminta agar seluruh armada bus dipastikan dalam kondisi laik jalan melalui pemeriksaan rutin demi keselamatan penumpang,” tambahnya.
Di sisi lain, wacana renovasi terminal tua ini pun mengemuka. Kent mengungkapkan peluang itu terbuka, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan jangka panjang. Khususnya untuk menghadapi lonjakan penumpang saat mudik dan balik.
“Terminal ini memang umurnya sudah cukup tua dan memang sudah selayaknya direnovasi agar menjadi lebih baik. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” tuturnya.
Hanya saja, kapan renovasinya dimulai? Itu masih belum bisa dipastikan. Rencananya akan dibahas lebih lanjut di rapat DPRD.
Selama sidak, Kent sempat berbincang dengan beberapa calon penumpang. Masukannya beragam; dari soal kepastian jadwal, kenyamanan tunggu, sampai keamanan barang bawaan. Mereka juga berharap informasi disampaikan lebih jelas, lewat papan digital atau petugas.
Bagi Kent, momen mudik ini krusial. Butuh kesiapan maksimal dari semua pihak. Ia pun meminta Dinas Perhubungan DKI dan pengelola terminal segera evaluasi menyeluruh. “Koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar arus mudik bisa berjalan lancar dan masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia tak lupa mengimbau para pemudik sendiri: jaga ketertiban, ikuti arahan petugas, dan pastikan kondisi tubuh sehat sebelum berangkat.
Ke depan, komitmennya adalah terus mengawal peningkatan layanan publik, terutama transportasi. “Terminal Kalideres harus menjadi simpul transportasi yang modern, nyaman, dan berpihak pada masyarakat,” tutupnya. Harapan yang sederhana, tapi butuh kerja keras untuk mewujudkannya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi