Rekonstruksi Heboh: Dosen Unissula dan Dokter Anestesi Berebut Fakta di RS Islam Semarang

- Rabu, 10 Desember 2025 | 20:54 WIB
Rekonstruksi Heboh: Dosen Unissula dan Dokter Anestesi Berebut Fakta di RS Islam Semarang

Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, suasana Rabu (10/12) pagi itu sedikit berbeda. Bukan aktivitas medis biasa yang berlangsung, melainkan rekonstruksi sebuah peristiwa yang sempat menghebohkan. Polda Jawa Tengah mencoba menyusun kembali kronologi dugaan penganiayaan terhadap dokter anestesi, Astrandaja Ajie atau yang akrab disapa Dokter Astra, oleh seorang dosen Unissula, Muhammad Dias Saktiawan.

Proses itu berlangsung di beberapa titik, termasuk ruang bersalin yang menjadi pusat kejadian. Usai acara, terlihat penyidik membawa beberapa barang ke dalam mobil. Barang-barang itu diharapkan bisa membantu menyibak tabir.

Menurut Kombes Pol Dwi Subagio, Dirreskrimum Polda Jateng, ada 13 adegan yang diperagakan. Yang menarik, baik terlapor (Dias) maupun pelapor (Dokter Astra) hadir langsung di lokasi, lengkap dengan saksi-saksi mereka.

"Kami ingin tahu kejadian yang sebenarnya," ujar Subagio di sela-sela kegiatan.

Ia menegaskan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Rekonstruksi adalah langkah penting untuk mencocokkan keterangan para saksi dengan barang bukti yang ada. "Masih proses penyelidikan, langkah ini merupakan langkah signifikan," jelasnya. Ada enam saksi yang dihadirkan, sebagian dari kalangan perawat.

Namun begitu, polisi belum bisa memastikan apakah benar ada tindak pidana di balik peristiwa ini. Meski demikian, Dwi membenarkan bahwa laporan yang masuk berkaitan dengan dugaan penganiayaan. Analisis menyeluruh masih diperlukan.

"Untuk pasal belum, A (dokter A) menyampaikan ada tindakan kekerasan, kalau kami masih menentukan tidak pidana apa yang terjadi. Masing-masing kita uji dari terlapor dan pelapor," kata Subagio.

Cerita ini sebenarnya sudah berembus sejak September lalu. Media sosial ramai membahas video seorang pria diduga Muhammad Dias yang sedang mengamuk dan menghardik Dokter Astra. Dalam rekaman itu, pria tersebut bahkan disebut mengancam akan membakar rumah sakit.

Pemicu kemarahannya? Rumor yang beredar menyebutkan, Dias kesal karena metode Intrathecal Labour Analgesia (ILA) tidak dilaksanakan saat istrinya menjalani persalinan. Ia diduga tak terima.

Merespons kejadian itu, Dokter Astra tak tinggal diam. Laporan resmi telah dilayangkan ke Polda Jawa Tengah, dan polisi masih mendalaminya. Sementara dari kampus, Unissula mengambil sikap tegas. Muhammad Dias dibebaskan dari semua tugas dan fungsi akademiknya sebagai dosen. Masa istirahat paksa itu ditetapkan selama enam bulan ke depan.

Kini, semua mata tertuju pada hasil rekonstruksi tadi. Akankah kejelasan segera terungkap? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar