Gelombang mudik Lebaran mulai terasa di Kota Cirebon. Hingga Senin malam (16/3/2026) kemarin, tercatat sudah lebih dari 150 ribu kendaraan melintasi kota itu. Angka ini didapat dari pemantauan di titik Traffic Counting Angleb yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan setempat.
Andi Armawan, Kepala Dishub Kota Cirebon, membeberkan datanya. Menurutnya, angka itu adalah akumulasi sejak H-7 hingga H-5 sebelum Lebaran. "Totalnya mencapai 189.472 unit selama tiga hari pemantauan awal itu," ujarnya, mengutip data live update yang mereka miliki.
Lalu lintas mulai ramai sejak H-7. Namun, lonjakan yang cukup signifikan baru terjadi pada H-6. Bayangkan, dari 54.822 kendaraan di H-7, jumlahnya melonjak jadi 68.552 unit sehari setelahnya. Kemudian, di H-5, arus agak mereda menjadi 27.359 kendaraan.
Kalau dilihat jenisnya, sepeda motor masih jadi raja jalanan. Dominasinya sangat jelas. Di H-7 ada 42.171 motor, lalu melesat ke 58.039 di H-6. Meski turun di H-5, jumlahnya tetap besar: 24.337 unit.
Di sisi lain, mobil pribadi juga tak kalah banyak. Catatannya 8.414 unit di H-7, lalu 7.322 di H-6. Angkanya memang turun drastis di H-5, hanya 1.817 mobil yang tercatat melintas.
Lalu bagaimana dengan angkutan umum dan barang? Ternyata masih ada, meski volumenya tak sebanyak kendaraan pribadi. Untuk angkutan kecil, pergerakannya berkisar ratusan unit per hari. Sementara angkutan barang besar, jumlahnya paling banyak di H-7 yaitu 875 kendaraan, lalu terus menurun di hari-hari berikutnya.
Yang menarik, rata-rata kendaraan per jam juga berfluktuasi. Puncaknya di H-6 dengan hampir 2.900 kendaraan melintas setiap jamnya. Bandingkan dengan H-5 yang hanya sekitar 1.140 kendaraan per jam tampaknya banyak yang sudah sampai tujuan atau memilih berangkat lebih awal.
Menurut Andi, kondisi ini menunjukkan geliat mudik sudah dimulai, meski puncak sesungguhnya belum tiba. "Arus kendaraan diprediksi akan terus meningkat menjelang puncak mudik. Kami terus melakukan pemantauan lalu lintas di sejumlah titik strategis," katanya.
Menyikapi hal ini, pihak Dishub sudah menyiapkan sejumlah langkah. Pengaturan lalu lintas di jalur arteri akan diperketat, tentu dengan koordinasi penuh polisi. Petugas juga disiagakan penuh. Mereka siap melakukan rekayasa lalu lintas jika volume kendaraan tiba-tiba melonjak tajam di jalan-jalan utama Cirebon. Semoga saja perjalanan semua lancar dan selamat.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi