Kejadian penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus di Salemba masih terus bergulir. Polisi kini mengungkap momen pelarian empat terduga pelaku. Yang menarik, dalam upaya kabur, salah satu dari mereka sempat berganti baju usai beraksi.
Menurut Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, keempat pelaku itu menggunakan dua sepeda motor. Mereka langsung berpencar begitu aksi keji itu selesai, tepatnya Kamis malam lalu sekitar pukul 20.37 WIB.
Rute pelarian mereka cukup berliku. Satu motor yang ditumpangi dua orang kabur dengan nekat melawan arus di Jalan Salemba, menuju Pasar Senen. Dari sana, mereka meneruskan ke Kramat Raya, lalu ke Tugu Tani, dan menyusuri Gondangdia sebelum akhirnya menghilang ke arah Jakarta Selatan.
“Kemudian satu kendaraan yang ditumpangi OTK 3 dan OTK 4, dari lokasi kejadian yang bersangkutan tidak berputar arah, tapi lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2,” jelas Iman kepada awak media, Selasa (17/3/2026).
“Selanjutnya menuju Matraman, kemudian termonitor dari CCTV menuju wilayah Jatinegara, lalu ke Jalan Otto Iskandar Dinata Jakarta Timur,” tambahnya.
Rekaman CCTV yang telah diolah secara digital mengungkap detail lain. Ternyata, dalam pelariannya, salah seorang pelaku sempat berganti pakaian. Jejak mereka kemudian terpantau berpencar ke wilayah Kalibata dan Ragunan, bahkan hingga ke Bogor.
“Setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Iman.
“Hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor.”
Hingga saat ini, polisi masih terus memburu para terduga pelaku. Penyidikan masih berjalan dengan mengumpulkan berbagai fakta hukum.
“Kami masih terus melakukan pengumpulan fakta hukum berdasarkan dari analisa CCTV dan jaringan komunikasi yang kami peroleh,” tegas Iman.
Arahan Presiden Prabowo Subianto
Di sisi lain, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan komitmennya. Kasus penyiraman terhadap Wakil Koordinator KontraS ini akan diusut tuntas. Penanganannya, kata dia, akan transparan dan profesional, sesuai perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Kami menegaskan bahwa Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Asep dalam konferensi pers di Polda Metro, Senin (16/3).
“Langkah tersebut dilaksanakan sesuai arahan Presiden serta instruksi Bapak Kapolri agar seluruh tahapan berjalan profesional, transparan dan diproses hingga tuntas.”
Asep juga menyebut bahwa penanganan kasus ini sangat mengedepankan kehati-hatian. Tujuannya jelas: setiap informasi yang keluar harus terverifikasi dengan baik, tidak boleh menimbulkan spekulasi yang menyesatkan.
“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah terverifikasi,” pungkasnya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi