[Ilustrasi: Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers]
Dalam sebuah pernyataan yang mengguncang, Donald Trump menyatakan dirinya tak terikat oleh hukum internasional. Ia hanya berpedoman pada moralitas pribadinya sendiri. Pernyataan ini meluncur tak lama setelah operasi kontroversial pasukan AS di Venezuela.
Memang, beberapa hari terakhir ini Washington terlihat sangat agresif. Selain soal Venezuela, mereka juga terus-terang mengulangi keinginan untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom Denmark itu. Dengan cara apa pun, begitu kira-kira nada yang terdengar.
Lalu, dalam wawancara eksklusif dengan The New York Times Rabu lalu, Trump semakin memperjelas posisinya. Ia menegaskan bahwa sebagai panglima tertinggi, tak ada yang bisa membatasinya. Hanya dua hal yang ia akui: pikirannya sendiri dan moralitasnya.
“Moralitas saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Itu satu-satunya hal yang dapat menghentikan saya,” tegas Trump.
“Saya tidak membutuhkan hukum internasional.”
Namun begitu, ketika sang pewawancara mendesak lebih jauh apakah Washington benar-benar bisa mengabaikan norma global Trump sedikit melunak. Tapi hanya sedikit. Politikus dari Partai Republik itu lalu berkilah dengan mengatakan, “Itu tergantung pada definisi hukum internasional Anda.” Intinya, dialah yang berhak menentukan akhirnya.
Pernyataan-pernyataan itu bukan sekadar omongan di angin. Buktinya, sehari setelahnya, Kamis, Trump menandatangani memorandum penting. Isinya? Penangguhan dukungan AS untuk 66 organisasi dan badan internasional, termasuk beberapa di bawah PBB. Alasannya klasik: mereka dianggap bertentangan dengan kepentingan nasional dan keamanan AS.
Artikel Terkait
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri