Tiga Orang Tewas Tertabrak KA Pandalungan di Perlintasan Grobogan

- Rabu, 25 Februari 2026 | 10:45 WIB
Tiga Orang Tewas Tertabrak KA Pandalungan di Perlintasan Grobogan

Kecelakaan maut kembali merenggut nyawa di perlintasan kereta api manual. Kali ini, di Desa Medani, Tegowanu, Grobogan, sebuah mobil Daihatsu Sigra tertabrak oleh KA Pandalungan. Tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden tragis itu.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa lalu. Awalnya, situasi di lokasi kejadian perkara (TKP) tampak membingungkan. Evakuasi pertama tak menemukan jenazah di dalam mobil yang hancur itu. Namun, pagi harinya, Rabu (25/2/2026), kabar duka itu akhirnya datang. Tiga korban jiwa berhasil ditemukan.

Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menjelaskan kronologinya. "Perkembangan informasi, korban laka KA laki-laki semua, total ada tiga orang karena pada saat evakuasi awal tidak ditemukan di TKP," katanya.

Menurut Arif, penemuan jenazah itu berkat informasi dari keluarga. Mereka datang ke Polsek dan menyampaikan bahwa mobil tersebut seharusnya membawa tiga orang. Petugas lalu melakukan pencarian ulang.

"Ditemukan pagi ini sekira jam 07.30 WIB. Jadi keluarga ada yang datang ke Polsek, ternyata mereka itu (pergi) bertiga, jadi dicari lagi," ujar Arif.

Korban pertama yang diketahui adalah pemilik mobil, Muhammad Rifqi Rahardian (41), warga Jepara. Sementara dua korban lainnya adalah pengemudi dan penumpang yang bersamanya.

"Korban meninggal dunia yaitu pengemudi bernama Endri Prasetiyo (41), alamat Desa Bantrung RT 3 RW 1, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara dan penumpang Hany Puji Sulistyo (34), alamat Perum Pondok Randu Gede RT 4 RW 3, Desa Pengkol, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara," jelas Arif lebih lanjut.

Fakta yang lebih menyedihkan, ketiganya ternyata masih terikat hubungan keluarga. Mereka sedang dalam perjalanan untuk berziarah. Diduga, mereka tersasar ke perlintasan kereta api yang berbahaya itu karena mengikuti petunjuk dari aplikasi navigasi.

"Mereka keluarga, mereka masih ada hubungan saudara. Mau ziarah, mengikuti Google Maps, nyasar mungkin sampai lewat situ," pungkas Arif, menggambarkan kemungkinan penyebab insiden tersebut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar