Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan penyisiran ulang terhadap data penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses validasi ini ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menghapus data ganda.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa saat ini data penerima MBG mencapai 63 juta orang. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah proses validasi selesai.
"Penerima manfaat kira-kira 63 juta, tetapi ini masih sementara karena data final masih memerlukan waktu hampir dua bulan," kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (6/8/2026).
Zulhas menegaskan bahwa sinkronisasi data penerima manfaat menjadi prioritas pemerintah. Dengan pembersihan data, target penerima MBG tahun depan bisa berubah. Pemerintah menargetkan proses pemadanan dan validasi data selesai dalam dua bulan ke depan, sehingga penyaluran program dapat lebih akurat, menghindari penerima ganda, dan memastikan penggunaan anggaran negara lebih efektif.
Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan bahwa data ganda penerima MBG mencapai 6 juta orang. Namun, hasil penyisiran sementara tersebut masih harus dirapikan sehingga jumlahnya bisa berubah.
"Kalau nggak salah kekurangannya ada sekitar enam jutaan. Ya dari situ kita sisir," ujar Sudaryono.
Artikel Terkait
Diare Massal Siswa SMPN 5 Rembang Diduga akibat Telur Balado Terkontaminasi
Paper Ilmiah MBG yang Mencantumkan Nama Prabowo Tuai Sorotan, Istana Angkat Bicara
Zulhas soal Sawit dan Padi: Kritik Ekonomi Pasar, Bukan Ajakan Ganti Lahan
BGN Perketat SOP Dapur MBG Usai Temuan Kasus Keracunan