Gambar: Gedung Putih di malam hari.
Pemerintah Indonesia akhirnya angkat bicara. Menyikapi langkah ekstrem Presiden AS Donald Trump yang menarik negaranya dari puluhan organisasi internasional, Jakarta tak bisa menyembunyikan rasa khawatir. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Langkah Washington dinilai bisa menggerogoti fondasi kerja sama global yang sudah dibangun puluhan tahun.
Bagi Indonesia, ini bukan sekadar soal kebijakan luar negeri sebuah negara. Lebih dari itu, ini adalah ancaman serius terhadap sistem multilateralisme satu-satunya perekat yang dianggap mampu menjaga perdamaian dan stabilitas dunia saat ini.
Peringatan dari Jakarta
Nada prihatin itu langsung disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang. Dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (8/1/2026), ia menyoroti betapa dunia justru butuh kolaborasi di tengah berbagai tantangan yang ada.
Ia menegaskan, posisi Indonesia tetap tegak. Jakarta akan terus mendorong semua negara untuk menghormati prinsip kesetaraan dan inklusivitas. Soalnya sederhana: masalah global mustahil diatasi sendirian. Butuh semua pihak duduk bersama.
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela