Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri

- Kamis, 08 Januari 2026 | 22:25 WIB
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri

Suasana di Timur Tengah benar-benar memanas. Iran baru saja menempatkan angkatan bersenjatanya pada status siaga tempur tertinggi. Langkah ini jelas sebuah reaksi. Teheran merasa ancaman dari Amerika Serikat dan Israel semakin nyata, sementara di dalam negeri sendiri, gelombang protes rakyat tak kunjung reda.

Menurut laporan Newsweek pada Kamis lalu, Brigadir Jenderal Morteza Ghorbani, penasihat senior Panglima IRGC, mengungkapkan kesiapan itu. Setidaknya 400 unit dari IRGC dan angkatan darat sudah disiagakan. Tujuannya satu: menghancurkan setiap bentuk agresi yang datang.

"Mereka sudah siap. Jika terjadi agresi, mereka akan meratakan Israel dengan tanah. Angkatan darat, IRGC, dan aparat penegak hukum saat ini berdiri dengan tangan berada di atas pelatuk,"

tegas Ghorbani dalam wawancaranya dengan kantor berita Mehr. Peringatannya keras, terutama untuk pihak-pihak yang dianggap ingin mengganggu kedaulatan Iran di saat genting seperti sekarang. Israel sendiri sebelumnya sempat memberi sindiran keras, menyuruh Iran melihat apa yang terjadi di Venezuela.

Kesiapan ini bukan main-main. Semua sistem rudal dalam kondisi waspada penuh, ditambah penguatan di berbagai pangkalan militer strategis. Militer Iran berjanji, setiap tindakan bermusuhan akan dibalas dengan respons yang tegas dan proporsional. Namun begitu, situasi bagi pemerintah Iran sungguh pelik.

Ancaman dari luar datang berbarengan dengan gejolak dalam negeri. Sudah dua pekan lebih, jalanan dipenuhi demonstran yang marah akibat krisis ekonomi dan nilai tukar rial yang anjlok. Di tengah keruhnya situasi ini, peringatan datang dari Washington.

Presiden AS Donald Trump memberi sinyal keras. Ia memperingatkan Teheran agar tidak menggunakan kekerasan mematikan terhadap para pengunjuk rasa. Bahkan, Trump tak sungkan mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer AS jika keadaan makin kacau.


Halaman:

Komentar