Hujan deras mengguyur Pasuruan, Jawa Timur, dan akibatnya langsung terasa. Beberapa sungai besar tak mampu lagi menahan debit air, akhirnya meluap ke pemukiman warga. Setidaknya, tujuh desa di empat kecamatan berbeda terendam banjir.
Di Kecamatan Winongan, situasinya cukup memprihatinkan. Desa Bandaran, Winongan Kidul, dan Prodo kebanjiran dengan ketinggian air berkisar 20 hingga 35 sentimeter. Dampaknya, kehidupan 208 kepala keluarga langsung terganggu.
Namun begitu, wilayah lain juga tak luput. Desa Sidogiri di Kecamatan Kraton, misalnya, terendam lebih dalam. Air mencapai 30-50 cm. Sementara itu, di Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati, sekitar 228 KK harus berhadapan dengan genangan setinggi 30 cm.
Tapi yang paling parah justru terjadi di Kecamatan Bangil. Di Desa Tambakan, air merangkak naik hingga 70 sentimeter, mengganggu 188 kepala keluarga. Kondisi lebih buruk lagi dialami Kelurahan Kalianyar. Di sini, banjir sedalam 50 hingga 75 cm mempengaruhi hampir seribu keluarga tepatnya 976 KK.
Menyikapi hal ini, relawan dan aparat bergerak cepat.
"Mulai sore dapur umum di selter Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Bangil sudah diaktifkan. Kalirejo sendiri sebenarnya sudah surut banjirnya," jelas Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, pada Senin malam (23/2).
Lantas, apa penyebabnya? Ternyata, sumber masalahnya berbeda-beda di tiap wilayah.
Menurut keterangan yang dihimpun, luapan Sungai Rejoso menjadi biang kerok banjir di Winongan dan Grati. Sementara itu, di Kraton, Sungai Welang-lah yang tak terkendali.
"Untuk banjir di Bangil, ini akibat Sungai Kedunglarangan yang meluap," terang Sugeng melengkapi penjelasannya.
Pemandangan di sejumlah desa itu kini berubah. Rumah-rumah terendam, jalanan seperti lautan, dan aktivitas warga pun terpaksa lumpuh. Mereka kini hanya berharap air cepat surut.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Subuh di Ambon Hari Ini: 05.09 dan 05.19 WIT
Dua Bus Transjakarta Tabrakan di Cipulir, Sopir Diduga Tertidur Diamankan
Bos Kartel Jalisco El Mencho Tewas dalam Baku Tembak dengan Tentara Meksiko
Menteri Kehutanan Soroti Kekurangan Ribuan Polisi Hutan untuk Jaga 125 Juta Hektare Kawasan