Hujan deras mengguyur Pasuruan, Jawa Timur, dan akibatnya langsung terasa. Beberapa sungai besar tak mampu lagi menahan debit air, akhirnya meluap ke pemukiman warga. Setidaknya, tujuh desa di empat kecamatan berbeda terendam banjir.
Di Kecamatan Winongan, situasinya cukup memprihatinkan. Desa Bandaran, Winongan Kidul, dan Prodo kebanjiran dengan ketinggian air berkisar 20 hingga 35 sentimeter. Dampaknya, kehidupan 208 kepala keluarga langsung terganggu.
Namun begitu, wilayah lain juga tak luput. Desa Sidogiri di Kecamatan Kraton, misalnya, terendam lebih dalam. Air mencapai 30-50 cm. Sementara itu, di Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati, sekitar 228 KK harus berhadapan dengan genangan setinggi 30 cm.
Tapi yang paling parah justru terjadi di Kecamatan Bangil. Di Desa Tambakan, air merangkak naik hingga 70 sentimeter, mengganggu 188 kepala keluarga. Kondisi lebih buruk lagi dialami Kelurahan Kalianyar. Di sini, banjir sedalam 50 hingga 75 cm mempengaruhi hampir seribu keluarga tepatnya 976 KK.
Menyikapi hal ini, relawan dan aparat bergerak cepat.
Artikel Terkait
Harga Plastik Melonjak Drastis, UMKM Makanan dan Minuman Tertekan
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang
BPBD DKI Tegaskan Semua ASN WFO, Tak Ada Pengecualian WFH
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah