London - Wesley Fofana harus menghadapi gelombang ujaran kebencian rasial di media sosial. Bek Chelsea itu baru saja menerima kartu merah dalam laga kontra Burnley, dan momen itulah yang memicu serangan keji dari sebagian oknum pendukung.
Hinaan itu tentu saja langsung mendapat kecaman keras. Chelsea, klub yang membelanya, langsung bersuara lantang. Mereka menyatakan rasa jijik dan kekecewaan mendalam atas peristiwa memalukan ini.
Dalam pernyataan resminya, klub berapi-api menyatakan sikap.
"Chelsea Football Club kecewa dan jijik dengan perlakuan rasial yang keji terhadap Wesley Fofana. Perlakuan rasis yang diterima Wes pada laga menghadapi Burnley bertentangan secara moral dan tidak akan ditoleransi,"
"Sikap seperti itu tidak bisa diterima dan berlawanan dengan nilai sepak bola dan semua yang dipegang klub. Tidak ada ruang untuk rasisme."
Klub juga menegaskan posisinya untuk sepenuhnya membela sang pemain. Mereka tak akan tinggal diam.
"Kami berdiri bersama Wes. Ia punya dukungan penuh kami, sama dengan semua pemain kami yang menerima perlakuan serupa dan mendapat ujaran kebencian karena melakukan pekerjaan mereka,"
Nah, soal tindak lanjut, Chelsea sudah menyiapkan langkah konkret. Mereka berjanji akan berkolaborasi dengan pihak berwajib dan platform media sosial untuk melacak pelakunya. Tujuannya jelas: memberi hukuman setimpal. Ini bukan sekadar ancaman, tapi komitmen.
"Kami akan bekerja sama dengan otoritas dan platform terkait untuk mengidentifikasi pelaku dan mengambil langkah terkuat untuk menghukum mereka,"
Kasus Fofana ini, sayangnya, bukan yang pertama. Tapi Chelsea bertekad membuatnya jadi salah satu yang terakhir dengan respons tegas mereka. Semoga.
Artikel Terkait
Ketua Komisi X DPR Soroti Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Denmark
Menlu Sugiono Desak Reformasi PBB agar Tak Kehilangan Relevansi di Tengah Konflik Global dan Krisis Iklim
Perdebatan di Blok M Berujung Maut, WNA Brunei Tewas Usai Dipukul Botol oleh Figur Publik Woodyrman
Samsung Galaxy A26 5G Resmi di Indonesia, Tawarkan Layar 120Hz dan Fitur AI di Kelas Menengah