Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, komedian legendaris Indro Warkop angkat bicara soal kasus yang menimpa rekan seprofesinya, Pandji Pragiwaksono. Pandji dilaporkan ke polisi karena materi komedinya di pertunjukan "Mens Rea" yang dituding menyinggung sejumlah pihak. Menanggapi hal ini, Indro tak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya.
Baginya, fenomena pelaporan komedi ke ranah hukum itu jelas sebuah kemunduran. "Ya disayangkan," ujarnya dengan nada getir. "Ini sebuah kemunduran cara berpikir, itu saja sih. Bagaimanapun juga komedi itu (ekspresi)."
Indro menyampaikan itu saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat lalu. Ia lantas membandingkan zamannya dengan sekarang. Dulu, tekanan pada seniman biasanya datang langsung dari penguasa. Sekarang? Situasinya lebih rumit.
"Kita harus lebih banyak belajar deh," katanya. "Saya tertarik sama bahasanya Pak Mahfud MD yang lebih mengerti soal hukum. Jadi pada masa, kalau zaman saya pada penguasa. Kalau sekarang penguasa gunakan orang lain untuk dibenturkan kepada kita, ini kita harus hati-hati."
Menurutnya, pola tekanan seperti inilah yang perlu diwaspadai. Masyarakat seolah diarahkan untuk saling berhadap-hadapan. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan.
"Ingat ke Sumpah Pemuda makanya. Jadi supaya jangan ada kesukuan dan jangan ada hal-hal seperti itu muncul gitu," tambah Indro, menekankan pentingnya persatuan agar isu sensitif tak mudah memecah belah.
Meski bersimpati, Indro memilih untuk tidak ikut mengomentari secara spesifik isi materi "Mens Rea" Pandji. Ia tampak hati-hati.
"Saya enggak kepengin masuk kepada itunya (materi) ya. Karena itu kan menurut keyakinan dia. Saya enggak kepengin masuk ke situ, itu opini dia kan," tutupnya. Pandangannya jelas: ia lebih menyoroti fenomena yang terjadi, bukan membahas konten yang justru bisa menyeretnya ke dalam polemik serupa.
Artikel Terkait
Lebih dari 120 Kapal Dicegat atau Dilumpuhkan Militer AS sejak Blokade Pelabuhan Iran
Arus Balik Libur Panjang, 78 Persen Penumpang Whoosh Padati Rute Bandung-Jakarta
Penjualan Mobil Nasional Melonjak 55 Persen pada April 2026, Gaikindo Optimistis Industri Otomotif Tumbuh Solid
Menkeu: Aturan DHE SDA Perkuat Likuiditas Bank Himbara, tapi Harga Saham Belum Bergerak