Di Istana Basman, Kota Amman, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II dari Yordania membahas sebuah isu yang mendesak. Prabowo menyampaikan keprihatinannya yang mendalam. Bukan hanya soal Gaza, tapi juga situasi di Tepi Barat yang menurutnya mengkhawatirkan.
Pertemuan bilateral itu digelar Rabu lalu. Dan di sana, Prabowo secara terbuka menyuarakan kegelisahannya.
"Kami sangat prihatin terhadap masalah yang terjadi di Tepi Barat," ujarnya.
Lalu ia melanjutkan dengan nada yang lebih serius, "Kami merasa bahwa ini dapat mempengaruhi keberhasilan apa pun yang kami coba lakukan di Gaza."
Poinnya jelas: upaya menciptakan stabilitas di Gaza bisa saja terganggu oleh dinamika yang terjadi di wilayah Palestina lainnya. Semuanya saling terhubung. Menurut Prabowo, keberhasilan diplomasi dan aksi kemanusiaan di Gaza mustahil dicapai tanpa melibatkan negara-negara tetangganya. Itu sebabnya peran Yordania dianggap krusial.
Artikel Terkait
Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia Tembus USD8,45 Miliar di Awal 2026
KAI Siap Dukung Transisi ke B50, Semua Lokomotif Sudah Terbiasa B40
TNI AL Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan AS, Kirim Kadet ke US Coast Guard
ATR/BPN Terapkan WFH untuk ASN, Jamin Layanan Pertanahan Tetap Optimal