Menurutnya, pola tekanan seperti inilah yang perlu diwaspadai. Masyarakat seolah diarahkan untuk saling berhadap-hadapan. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan.
"Ingat ke Sumpah Pemuda makanya. Jadi supaya jangan ada kesukuan dan jangan ada hal-hal seperti itu muncul gitu," tambah Indro, menekankan pentingnya persatuan agar isu sensitif tak mudah memecah belah.
Meski bersimpati, Indro memilih untuk tidak ikut mengomentari secara spesifik isi materi "Mens Rea" Pandji. Ia tampak hati-hati.
"Saya enggak kepengin masuk kepada itunya (materi) ya. Karena itu kan menurut keyakinan dia. Saya enggak kepengin masuk ke situ, itu opini dia kan," tutupnya. Pandangannya jelas: ia lebih menyoroti fenomena yang terjadi, bukan membahas konten yang justru bisa menyeretnya ke dalam polemik serupa.
Artikel Terkait
Indonesia dan China Perkuat Kolaborasi, Nilai Perdagangan Tembus Rp2.100 Triliun
Setelah Mandek 12 Tahun, Proyek RS Sumber Waras Akhirnya Dapat Lampu Hijau
Kepala KPP Ditangkap KPK, Harta Rp4,8 Miliar Terkuak
Bobotoh Kepincut Kapten Persija, Rizky Ridho Jadi Rebutan Jelang Duel Klasik