Menurutnya, pola tekanan seperti inilah yang perlu diwaspadai. Masyarakat seolah diarahkan untuk saling berhadap-hadapan. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan.
"Ingat ke Sumpah Pemuda makanya. Jadi supaya jangan ada kesukuan dan jangan ada hal-hal seperti itu muncul gitu," tambah Indro, menekankan pentingnya persatuan agar isu sensitif tak mudah memecah belah.
Meski bersimpati, Indro memilih untuk tidak ikut mengomentari secara spesifik isi materi "Mens Rea" Pandji. Ia tampak hati-hati.
"Saya enggak kepengin masuk kepada itunya (materi) ya. Karena itu kan menurut keyakinan dia. Saya enggak kepengin masuk ke situ, itu opini dia kan," tutupnya. Pandangannya jelas: ia lebih menyoroti fenomena yang terjadi, bukan membahas konten yang justru bisa menyeretnya ke dalam polemik serupa.
Artikel Terkait
Gus Ipul: Wacana Penebalan Bansos 2026 Masih Tahap Pembahasan, Tunggu Keputusan Presiden
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas atau Blokade Maritim ke Iran
Bansos Tahap II 2026 Dijadwalkan Cair April, Menjangkau 18 Juta KPM
Bank Woori Saudara Optimalkan Strategi Pendanaan dan Kredit untuk Jaga Margin