Menurutnya, pola tekanan seperti inilah yang perlu diwaspadai. Masyarakat seolah diarahkan untuk saling berhadap-hadapan. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan.
"Ingat ke Sumpah Pemuda makanya. Jadi supaya jangan ada kesukuan dan jangan ada hal-hal seperti itu muncul gitu," tambah Indro, menekankan pentingnya persatuan agar isu sensitif tak mudah memecah belah.
Meski bersimpati, Indro memilih untuk tidak ikut mengomentari secara spesifik isi materi "Mens Rea" Pandji. Ia tampak hati-hati.
"Saya enggak kepengin masuk kepada itunya (materi) ya. Karena itu kan menurut keyakinan dia. Saya enggak kepengin masuk ke situ, itu opini dia kan," tutupnya. Pandangannya jelas: ia lebih menyoroti fenomena yang terjadi, bukan membahas konten yang justru bisa menyeretnya ke dalam polemik serupa.
Artikel Terkait
Pelatih Persija: Fokus pada Konsistensi, Bukan Pergerakan Rival
Pelajar di Kutai Kartanegara Tikam Teman Sekelas Diduga Akibat Bullying
Imsak Jakarta Hari Ini Pukul 04.32 WIB, Disusul Subuh 04.42
Malut United Kalah 2-3 dari Persija, Pelatih Apresiasi Semangat Juang Pemain