Polisi Tangerang Bantu Bocah Pemulung yang Jual Gambar untuk Bertahan Hidup

- Kamis, 26 Februari 2026 | 04:45 WIB
Polisi Tangerang Bantu Bocah Pemulung yang Jual Gambar untuk Bertahan Hidup

Jakarta - Namanya Agista Saputri. Bocah pemulung dari Ciledug, Tangerang ini tiba-tiba jadi perbincangan hangat di media sosial. Yang bikin orang terharu, meski hidup serba kekurangan, dia sama sekali nggak mau mengemis. Dia punya cara lain untuk bertahan.

Setiap hari, Agista membantu orang tuanya mengumpulkan barang bekas. Tapi di sela-sela itu, dia juga rajin menggambar. Hasil karyanya itu lantas dia tawarkan ke warga sekitar di jalanan Ciledug. Sebuah upaya mandiri yang justru menyentuh banyak hati.

Ceritanya sampai ke telinga polisi. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, langsung tergerak. Dia mengutus Kapolsek Ciledug, Kompol Susida Aswida, untuk menjumpai Agista dan keluarganya.

Rumah petak di Kampung Parung Serab, Kelurahan Sudimara Selatan, itulah tempat Agista tinggal. Di sanalah bantuan diserahkan. Isinya beragam, mulai dari beras, sembako, sampai keperluan menggambar seperti crayon dan buku. Ada juga tali asih untuk meringankan beban keluarga.

Menurut Jauhari, tindakan ini murni bentuk empati. Polri ingin menunjukkan bahwa di balik tugas menjaga keamanan, ada kepedulian yang besar, terutama pada anak-anak berprestasi di tengah kesulitan.

"Kami tergerak melihat semangat Agista. Di tengah kondisi yang sulit, dia tetap punya mimpi dan terus menggambar. Ini yang harus kita dukung bersama. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga menumbuhkan harapan," ujar Kombes Jauhari, Rabu (23/2/2026).

Harapannya sederhana: bantuan ini bisa jadi suntikan semangat. Agar Agista tetap rajin menggambar, dan yang paling penting, kembali bersekolah. "Anak-anak seperti ini adalah masa depan kita," tambahnya.

Suasana saat penyerahan bantuan pun haru. Keluarga Agista tak bisa menyembunyikan rasa syukur dan terima kasihnya. Momen ini jadi pengingat bahwa kepedulian bisa datang dari mana saja, bahkan dari institusi yang sering dilihat tegas seperti kepolisian.

Sebagai penutup, kegiatan baik ini diakhiri dengan buka puasa bersama, menguatkan nuansa kebersamaan dan perhatian yang tulus.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler