Tanggul Baswedan Jebol Lagi: Penyebab, Dampak, dan Kronologi Banjir Jati Padang

- Sabtu, 01 November 2025 | 08:10 WIB
Tanggul Baswedan Jebol Lagi: Penyebab, Dampak, dan Kronologi Banjir Jati Padang
Fakta Tanggul Baswedan Jebol: Penyebab Banjir di Jati Padang - Info Terkini

Tanggul Baswedan Jebol Lagi, 5 RT di Jati Padang Terendam Banjir 40 Cm

Tanggul Baswedan di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kembali jebol. Insiden ini menyebabkan air sungai meluap deras dan membanjiri permukiman warga. Berikut adalah rangkuman fakta-fakta penting di balik jebolnya tanggul tersebut.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta sejak Kamis (30/10) malam, hingga Jumat (31/10/2025) pagi masih menyisakan genangan di Jakarta Selatan. Kelurahan Jati Padang menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.

Berdasarkan informasi dari pihak berwenang, terdapat 5 RT di Jati Padang yang masih tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 40 cm. "Penyebab: curah hujan tinggi, luapan Kali PHB dan jebolnya Tanggul Baswedan," jelas Yohan.

Dampak Jebolnya Tanggul Baswedan: Air Meluap ke Permukiman

Pantauan di lokasi menunjukkan sisa-sisa tanggul yang jebol masih terlihat. Dengan hilangnya penghalang, air dari sungai mengalir dengan deras langsung ke kawasan rumah penduduk.

Lokasi Tanggul Baswedan yang jebol ini berada tepat di samping Musala Sabili. Material tanggul yang runtuh bahkan menutupi jalan yang biasa digunakan warga.

Sementara air masih menggenang, sejumlah warga telah mulai membersihkan rumah mereka. Beberapa anak-anak terlihat bermain di sekitar genangan banjir yang tersisa.

Sejarah Tanggul Baswedan: Pernah Jebol pada Juli 2025

Tanggul Baswedan ini dibangun pada tahun 2017. Perlu dicatat bahwa ini bukanlah kali pertama tanggul ini jebol. Sebelumnya, pada Juli 2025, tanggul yang sama juga pernah mengalami kebobolan. Titik kerusakan yang terjadi kali ini dilaporkan berbeda dengan lokasi kejadian pada Juli lalu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar