Polisi Amankan Ratusan Bobotoh di Cianjur karena Bawa Sajam dan Mabuk Saat Konvoi Kemenangan Persib

- Minggu, 24 Mei 2026 | 00:15 WIB
Polisi Amankan Ratusan Bobotoh di Cianjur karena Bawa Sajam dan Mabuk Saat Konvoi Kemenangan Persib

Ratusan pendukung setia Persib Bandung, yang dikenal sebagai Bobotoh, diamankan aparat kepolisian di wilayah Cianjur, Jawa Barat, setelah kedapatan membawa senjata tajam dan dalam kondisi mabuk saat merayakan kemenangan tim kebanggaan mereka di liga sepak bola Indonesia.

Peristiwa tersebut bermula ketika rombongan Bobotoh melintasi Jalan KH Abdullah bin Nuh, tepat di depan Markas Polres Cianjur, pada Sabtu (23/5/2026). Mereka mengendarai sepeda motor dengan knalpot bising sambil melakukan konvoi perayaan. Petugas yang berjaga kemudian memberhentikan rombongan tersebut untuk dilakukan pemeriksaan rutin.

Saat diperiksa, polisi menemukan sejumlah botol minuman keras yang disembunyikan di dalam jok kendaraan. Tidak hanya itu, seorang pengemudi mobil bernomor polisi F 1298 WL yang juga ikut dalam konvoi justru berusaha melarikan diri saat akan diperiksa. Aksi nekat tersebut nyaris menyebabkan petugas tertabrak.

Setelah berhasil dihentikan, mobil yang dikemudikan oleh seorang pria bersama dua penumpang lainnya itu diketahui dalam pengaruh minuman keras. Pemeriksaan lebih lanjut menemukan senjata tajam berupa pisau di dalam kendaraan tersebut.

"Tadi ada beberapa orang yang kami amankan saat konvoi merayakan gelar juara Persib. Karena mereka dalam pengaruh minuman keras dan didapati membawa senjata tajam," ujar Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi.

Kecurigaan petugas tidak berhenti di situ. Alexander mengungkapkan bahwa para oknum Bobotoh tersebut juga diduga mengonsumsi obat-obatan terlarang. "Sedang dites urine. Diduga mengkonsumsi obat terlarang juga, karena ngelantur saat ditanya oleh petugas," katanya.

Sementara itu, polisi juga menyita lebih dari 100 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot bising atau knalpot brong serta tidak dilengkapi kelengkapan kendaraan standar. Langkah ini diambil untuk menekan gangguan ketertiban umum selama perayaan berlangsung.

"Kami tindak yang menggunakan knalpot brong saat konvoi. Sekarang kendaraannya kami amankan, dan bisa diambil setelah knalpotnya diganti dengan bawaan pabrik," ujar Alexander.

Menurut Kapolres, tindakan tegas tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan perayaan gelar hattrick juara Persib Bandung di wilayah Cianjur berlangsung aman dan tertib. Ia menegaskan bahwa euforia kemenangan tidak boleh dimanfaatkan oleh oknum yang bertindak melawan hukum.

"Ini semua demi kenyamanan bersama. Jangan sampai gelar juara Persib, tim kebanggaan kita, dicederai oleh tindakan oknum-oknum ini. Kita rayakan kemenangan Persib dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban," pungkas Alexander.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar