Pertamina dan ERIA Jalin Kerja Sama Riset Transisi Energi Berkelanjutan

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:45 WIB
Pertamina dan ERIA Jalin Kerja Sama Riset Transisi Energi Berkelanjutan

Pertamina bersama Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) resmi menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat riset dan studi bersama mengenai pengembangan jalur transisi energi berkelanjutan. Kesepakatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara IPA Convex 2026 dan ditandatangani langsung oleh Direktur Strategi, Portfolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, serta Chief Operating Officer ERIA, Dr. Takayuki Yamanaka.

Emma Sri Martini menegaskan bahwa perseroan berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional sekaligus mendorong transisi energi. Menurutnya, kedua strategi tersebut dijalankan secara bersamaan dan saling memperkuat. “Kemandirian energi dan transisi energi merupakan dua strategi yang dijalankan oleh Pertamina secara bersamaan. Kedua hal ini memperkuat satu dengan yang lainnya. Ini juga merupakan implementasi Dual Growth Strategy Pertamina,” jelas Emma.

Dalam keterangannya, Emma menjelaskan bahwa Pertamina saat ini mengusung dua pilar utama strategi bisnis. Pertama, mengoptimalkan bisnis eksisting yang berbasis energi fosil. Kedua, mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon. Kolaborasi dengan ERIA, menurutnya, menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas perusahaan di tengah dinamika transisi energi global.

Nota kesepahaman ini mencakup dua pilar utama kerja sama, yaitu analisis kebijakan dan ekonomi di sektor energi, serta pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan. Implementasi dari kesepakatan tersebut nantinya akan dijalankan oleh Pertamina Energy Institute (PEI) yang berperan sebagai lembaga pemikir strategis di lingkungan Pertamina.

“Melalui kemitraan dengan ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset, analisis ekonomi energi yang komprehensif, serta penguatan kapasitas institusional yang selaras dengan pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan,” kata Emma. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi strategis Pertamina di kawasan regional.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Pertamina Grup juga menandatangani sejumlah kerja sama lainnya. Di antaranya adalah Joint Study Agreement CCS Amonia antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Pupuk Indonesia. Selain itu, terdapat Head of Agreement CCS Asri Basin antara PHE dan Exxon, serta nota kesepahaman CCS di Wilayah Kerja Pertamina yang melibatkan PT Pertamina (Persero), PHE, dan ERIA.

ERIA sendiri merupakan lembaga pemikir internasional yang didirikan pada tahun 2007. Fokus kajiannya meliputi dimensi ekonomi dan kebijakan di kawasan ASEAN dan Asia Timur. Lembaga ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang serta diakui secara luas atas keunggulannya dalam analisis kebijakan energi di tingkat regional.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar