Sebanyak separuh pengguna kereta cepat Whoosh pada hari ini tercatat melakukan perjalanan dari Bandung menuju Jakarta, menandai puncak arus balik libur panjang akhir pekan. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengungkapkan bahwa 50 persen aktivitas penumpang didominasi rute tersebut, sementara 42 persen lainnya merupakan perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Sisanya, menurut Eva, adalah perjalanan yang melibatkan relasi Stasiun Karawang.
Peningkatan volume penumpang ini terjadi seiring dengan mulai kembalinya masyarakat ke kota asal setelah memanfaatkan masa libur panjang untuk berwisata, bersilaturahmi, atau menjalani aktivitas lainnya. Eva menjelaskan bahwa lonjakan penumpang dari arah Bandung menuju Jakarta sudah terlihat sejak pagi hari dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga malam hari, terutama pada jadwal-jadwal keberangkatan yang menjadi favorit penumpang.
Menghadapi situasi ini, KCIC mengimbau masyarakat yang akan menggunakan layanan Whoosh pada masa arus balik untuk melakukan pengecekan ketersediaan tiket terlebih dahulu. Eva menyarankan agar transaksi pembelian tiket dilakukan melalui jalur online demi kemudahan mendapatkan jadwal perjalanan yang sesuai kebutuhan. “Kami menyarankan masyarakat yang akan menggunakan layanan Whoosh pada masa arus balik untuk melakukan pengecekan ketersediaan tiket terlebih dahulu serta melakukan transaksi melalui jalur online agar lebih mudah mendapatkan jadwal perjalanan yang sesuai kebutuhan serta melakukan pembelian tiket lebih awal,” ujarnya.
Pengecekan jadwal, ketersediaan tempat duduk, dan transaksi tiket secara online dapat dilakukan melalui aplikasi Whoosh, situs resmi penjualan tiket, serta berbagai platform perbankan dan mitra penjualan tiket lainnya. Bagi penumpang yang berasal dari Bandung dan sekitarnya, KCIC juga mengimbau untuk memanfaatkan layanan kereta api feeder gratis dari Stasiun Bandung maupun Cimahi menuju Padalarang. Layanan ini telah terintegrasi dengan seluruh jadwal perjalanan Whoosh.
“Selain tanpa biaya tambahan bagi penumpang Whoosh, layanan ini juga bebas macet sehingga dapat menjadi pilihan yang lebih praktis untuk menuju stasiun pada masa arus balik dengan mobilitas yang meningkat,” jelas Eva. Ia menambahkan bahwa penumpang perlu merencanakan perjalanan menuju stasiun dengan baik dan memperhitungkan waktu keberangkatan agar tidak tertinggal kereta. Gate keberangkatan, baik untuk layanan Whoosh maupun kereta feeder, akan ditutup lima menit sebelum jadwal keberangkatan.
“Dengan memanfaatkan layanan yang sudah terintegrasi dan mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan baik, masyarakat dapat menikmati perjalanan arus balik yang lebih nyaman, praktis, dan terhindar dari risiko tertinggal kereta,” tutup Eva.
Artikel Terkait
Amerika Serikat Puncaki Daftar Negara dengan Populasi Kucing Peliharaan Terbanyak di Dunia
Amerika Serikat Puncaki Daftar Negara dengan Jumlah Kucing Peliharaan Terbanyak di Dunia
Timnas Indonesia U-20 Gabung Grup H Kualifikasi Piala Asia 2027, Bersaing dengan Australia dan Malaysia
Sopir Taksi Online Rusak Spion Mobil di Tol JORR karena Kesal Tak Diberi Jalan