MURIANETWORK.COM - Electronic Arts (EA) secara resmi meluncurkan Season 2 untuk Battlefield 6, mengalihkan fokus pertempuran ke medan perang Eropa. Musim baru yang diumumkan pekan ini ini menghadirkan rangkaian konten bertahap, termasuk peta baru, senjata, dan gadget, meski disambut dengan kritik dari sebagian komunitas mengenai ukuran update dan fokus pada mode eksperimental.
Rangkaian Konten Bertahap Season 2
Season 2 Battlefield 6 akan dirilis dalam tiga fase utama, masing-masing menawarkan pengalaman bermain yang berbeda. Fase pertama, bertajuk "Extreme Measures", akan tersedia mulai 17 Februari mendatang. Pemain akan diajak bertempur di peta "Contaminated", sebuah lanskap hutan yang hancur lebur akibat senjata eksperimental. Fase ini juga menghadirkan mode terbatas VL-7 dengan efek asap psikoaktif yang unik.
"Mode ini sengaja dirancang untuk menciptakan disorientasi dan halusinasi visual, menguji naluri bertahan pemain di tengah kondisi yang kacau," jelas perwakilan pengembang dalam pengumuman resminya.
Fase Kedua dan Ketiga: Kegelapan dan Operasi Besar
Pada 17 Maret, giliran fase "Nightfall" yang akan membawa pemain ke "Hagental Base". Fasilitas militer bawah tanah ini menawarkan lorong-lorong gelap yang mendorong strategi stealth dan pertempuran jarak dekat. Untuk navigasi, pemain akan mengandalkan Night Vision Goggles.
Fase penutup, "Hunter & Prey", dijadwalkan rilis pada 17 April. Fase ini menghadirkan "Operation Augur", sebuah mode operasi sinematis yang terinspirasi oleh Battlefield 1. Mode ini menuntut koordinasi tim yang solid untuk menyelesaikan serangkaian objektif besar-besaran.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon