Suasana pagi di sebuah SMA di Loa Kulu, Kutai Kartanegara, mendadak berubah ricuh, Rabu (25/2) lalu. Sekitar pukul setengah sepuluh pagi, seorang pelajar SMA nekat menikam teman sekelasnya sendiri di dalam ruangan belajar. Korban, yang saat itu sedang tertidur, dibangunkan lebih dulu sebelum diserang.
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, pelaku menghunjamkan pisau ke kaki kiri korban. Tidak tanggung-tanggung, tusukan itu diduga dilakukan hingga lima kali. Suasana pun langsung panik. Pelaku sendiri kabur ke arah depan kelas lain, meninggalkan korban yang terluka. Syukurlah, korban segera mendapat pertolongan medis.
Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, mengonfirmasi insiden berdarah ini. Motifnya masih diselidiki, tapi polisi punya dugaan awal yang kuat.
“Motif penikaman diduga kuat dipicu rasa sakit hati, karena pelaku mengaku sering menjadi korban bullying,” ujarnya.
Jadi, ini bukan sekadar ledakan emosi sesaat. Rupanya, pelaku sudah lama merasakan tekanan psikologis. Perundungan yang ia alami disebutkan berlangsung cukup lama, menggerogoti mentalnya perlahan-lahan hingga akhirnya meledak dalam bentuk kekerasan fisik yang mengenaskan.
Di sisi lain, proses hukum sudah berjalan. Polisi telah mengamankan pelaku. Barang bukti juga disita, termasuk tiga bilah pisau dapur dan sebuah telepon genggam. Pemeriksaan intensif masih terus dilakukan untuk mengurai benang merah kasus ini secara lebih detail.
Namun begitu, yang jelas, kasus ini kembali membuka luka lama tentang persoalan bullying di sekolah. Praktik yang sering dianggap sepele ini ternyata punya dampak mengerikan. Ketika dibiarkan berlarut-larut, tekanan emosional bisa menumpuk dan berujung pada tragedi. Semua pihak akhirnya dirugikan, baik si korban bullying yang menjadi pelaku kekerasan, maupun korban penikaman itu sendiri.
Polisi menyatakan penyelidikan masih berlanjut. Mereka akan menelusuri lebih dalam lingkungan pergaulan di sekolah tersebut, mencoba memahami kronologi sebenarnya dan mengungkap apakah ada pihak lain yang turut bertanggung jawab. Satu hal yang pasti: ini adalah peringatan keras bagi kita semua.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Slogan, Melainkan Pedoman Hidup Berbangsa
Menkeu Peringatkan Pengusaha Besar yang Manipulasi Pajak dengan Memecah Usaha Demi Nikmati Tarif UMKM
Arus Balik Libur Iduladha: 199 Ribu Kendaraan Masuk Jabotabek pada H+4, Naik 13,4 Persen
Presiden Prabowo Terima Wakil PM Qatar di Istana Merdeka, Perkuat Kerja Sama Strategis