Di tengah deretan nama penerima beasiswa LPDP, muncul sebuah keputusan yang tak biasa. Billy Mambrasar, mantan Staf Khusus di era Presiden Jokowi, memilih untuk mundur. Ia rela melepas kesempatan itu sejak akhir 2025, dan alasannya cukup menyentuh: memberi jalan bagi anak lain yang lebih membutuhkan.
Kabarnya disampaikan lewat unggahan Instagram pribadinya. Di sana, Billy bercerita panjang lebar tentang pertimbangannya.
"Saya mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari beasiswa LPDP dan memilih membiayai studi doktoral saya secara mandiri, agar saya dapat tetap tinggal di Indonesia dan terus berkontribusi bagi negeri ini,"
Begitu tulisnya. Bukan tanpa alasan ia bersikap demikian. Billy punya pandangan khusus soal dana beasiswa itu. Baginya, itu bukan sekadar uang negara, melainkan amanah yang punya cerita.
"Bagi saya, dana LPDP adalah amanah rakyat. Di dalamnya ada keringat mama-mama Papua, mama-mama Aceh, dan seluruh rakyat Indonesia yang bekerja keras dan membayar pajak, agar anak-anak bangsa bisa meraih pendidikan terbaik,"
Kalimat itu ia sambung dengan harapan yang sederhana namun dalam. Ia ingin slot yang dulu ia terima bisa berpindah ke tangan yang lebih tepat.
"Harapan saya sederhana. Semoga kesempatan yang dulu diberikan kepada saya, kini dapat diberikan kepada anak Indonesia lain yang lebih membutuhkan, agar mereka juga bisa meraih mimpi dan kembali membangun bangsa,"
Lalu, apa rencananya ke depan? Billy tak berhenti di sini. Ia berjanji untuk tetap belajar dan bekerja di tanah air. Pilihannya untuk membiayai studi doktoral secara mandiri adalah bagian dari komitmen itu. Indonesia, baginya, bukan cuma tempat lahir.
"Saya akan tetap belajar. Saya akan tetap bekerja. Dan saya akan tetap mengabdi untuk Indonesia. Karena Indonesia bukan hanya tempat saya dilahirkan. Indonesia adalah tanggung jawab yang saya pilih untuk saya jaga seumur hidup,"
Sebuah langkah yang mungkin jarang ditemui. Di tengah banyak orang berebut kesempatan, Billy justru melepaskannya. Semua demi satu hal: agar amanah rakyat itu benar-benar sampai ke mereka yang paling berhak.
Artikel Terkait
Penyidikan Ijazah Jokowi: 130 Saksi Diperiksa, 25 Ahli Dimintai Keterangan
TNI Bantah Keterlibatan dalam Penembakan Anak di Sinak, Papua Tengah
Mentan Desak Bareskrim Usut Otak Penyelundupan 23 Ton Pangan di Pontianak
Bulog Pastikan Stok dan Harga Minyakita Stabil di Seluruh Indonesia