DAVOS Dunia saat ini, menurut Presiden Prabowo Subianto, sedang bergulat dengan ketidakpastian yang mendalam. Di tengah situasi seperti itu, dia menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas bukanlah sekadar pilihan, melainkan fondasi mutlak. Tanpa kedua hal itu, mustahil membangun kemakmuran global yang bisa bertahan lama.
“Sejarah mengajarkan kita bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga,” ujar Prabowo. “Perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama untuk pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian.”
Pernyataan itu disampaikannya dalam pidato kunci di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis lalu. Forum yang dihadiri para pemimpin dunia dan pelaku bisnis internasional itu menjadi panggung bagi Prabowo untuk memaparkan kondisi Indonesia.
Dan kinerjanya ternyata cukup mengesankan. Di tengah ancaman resesi global, ketegangan perdagangan, dan gejolak politik di mana-mana, Indonesia justru disebut sebagai ‘titik terang’. Itu bukan klaim kosong, melainkan penilaian langsung dari Dana Moneter Internasional (IMF).
“IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang menantang’,” ungkap Prabowo kepada para hadirin.
Artikel Terkait
Etihad Airways Rebut Gelar Maskapai Teraman Dunia, Pecahkan Dominasi Barat
LPS Patok Bunga Penjaminan Valas di 2%, Respons atas Banjir Dolar di Perbankan
Pemerintah Legalkan 45 Ribu Sumur Minyak Rakyat untuk Genjot Produksi
LPS Angkat Bicara Soal Pencalonan Tommy Djiwandono di BI