Memang, angka-angkanya berbicara. Inflasi berhasil dikendalikan di sekitar 2 persen. Sementara defisit anggaran pemerintah berhasil ditekan hingga di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto. “Defisit pemerintah kita sekarang dijaga di bawah 3 persen dari PDB kita,” katanya.
Namun begitu, Prabowo menegaskan bahwa pengakuan internasional ini bukanlah hasil dari keberuntungan atau retorika belaka. Semua itu didukung oleh kebijakan yang terukur dan konsisten. “Mereka menyadari bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan-kebijakan kami telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik,” tegasnya.
Di sisi lain, stabilitas yang dinikmati Indonesia selama ini juga bukan kebetulan. Itu adalah buah dari pilihan politik yang jelas, yaitu komitmen pada persatuan dan kerja sama. Prabowo juga menyentuh soal kredibilitas, sesuatu yang sangat dijaga Indonesia di mata dunia.
“Sepanjang sejarah Indonesia, kita tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak sekali pun,” tuturnya dengan nada tegas.
Pidato itu pada akhirnya bukan sekadar laporan kinerja. Lebih dari itu, ia menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang diandalkan sebuah mitra yang kredibel, yang menjunjung tinggi tata kelola bertanggung jawab di panggung diplomasi dan ekonomi global.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas