MANADO – Sebuah mobil terjun bebas ke dasar jurang berbatu di Minahasa Selatan, Jumat (10/4/2026) lalu. Dua orang yang berada di dalamnya ditemukan tewas. Kejadian nahas ini terjadi di Desa Pinamorongan, di mana kendaraan itu menghujam ke jurang sedalam sekitar 60 meter.
Menurut Nuriadin Gumeleng dari Humas Basarnas Sulawesi Utara, laporan pertama yang masuk menyebutkan satu unit mobil jatuh ke dasar jurang yang penuh batu dan dialiri sungai deras.
"Satu unit mobil dilaporkan jatuh ke dalam jurang di dasar jurang berbatu dan sungai deras," jelasnya, seperti dikutip Antara.
Dia menambahkan, "Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado (Basarnas Sulut) melalui Pos SAR Amurang segera melakukan operasi penyelamatan setelah menerima laporan kejadian."
Respon pun digelar dengan cepat. Tim Rescue Pos SAR Amurang tiba di lokasi bencana sekitar pukul 15.36 WITA. Mereka langsung memulai tindakan awal operasi SAR di medan yang sulit itu.
Awalnya, tim gabungan itu berusaha menuruni tebing curam untuk mencapai mobil yang hancur. Namun, harapan untuk menemukan korban selamat pupus. Saat berhasil mendekat dan melakukan pengecekan, kedua korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan sama sekali.
Melihat kondisi itu, tim melakukan asesmen ulang. Medannya benar-benar ekstrem, curam, dan berisiko tinggi. Akhirnya, diputuskan proses evakuasi akan dilakukan lewat penyisiran di pinggiran tebing. Itu pilihan yang lebih aman meski mungkin memakan waktu.
Usaha itu membuahkan hasil. Pada pukul 18.05 WITA, kedua jenazah korban akhirnya berhasil diangkat dan dibawa ke jalan utama. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Kecelakaan di jalur yang berbahaya ini kembali menyisakan duka. Evakuasi yang alot dan memakan waktu beberapa jam menunjukkan betapa ganasnya medan lokasi kejadian.
Artikel Terkait
MUI: Pembelian Hewan Kurban Presiden Pakai APBN Sah Secara Syariat
Pemerintah Tegaskan Sapi Kurban Presiden Prabowo Berasal dari Anggaran Banpres, Bukan Dana Pribadi
KAI Logistik Kirim 25 Unit Kereta Api dari Jakarta ke Sumatra untuk Dukung Operasional Penumpang
Warga Depok Gelar Salat Idul Adha di Lapangan Dekat Gereja, Bukti Toleransi 30 Tahun