Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja

- Jumat, 10 April 2026 | 01:20 WIB
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja

Suasana malam di Desa Kandangan, Ngawi, mendadak berubah jadi mencekam Rabu (8/4/2026) kemarin. Ledakan keras mengguncang gedung Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), memecah keheningan dan menyisakan kepanikan.

Rupanya, sumber ledakan itu berasal dari dalam. Seorang karyawan yang sedang bertugas harus dilarikan dengan kondisi luka serius. Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban terkena imbas langsung dari ledakan yang diduga kuat berasal dari kebocoran tabung gas di mesin ketel pengering.

Detik-detik mengerikan itu terekam jelas oleh kamera pengawas. Rekaman CCTV menunjukkan aktivitas normal para pekerja sebelum segalanya berubah. Tiba-tiba, sebuah ledakan dahsyat mengguncang bangunan. Tekanannya begitu kuat, hingga dinding semi-permanen gedung itu rontok berantakan.

Pascaledakan, suasana jadi kacau balau. Asap dan debu beterbangan menghalangi pandangan. Dalam rekaman lain, terlihat dua orang karyawan berusaha menyelamatkan diri. Mereka tertatih-tatih keluar dari reruntuhan, berjuang di tengah kepulan asap tebal dan serpihan bangunan yang berserakan. Sungguh pemandangan yang memilukan.

Korban paling parah dalam insiden ini adalah Angga Tohari (28). Pria itu mengalami luka bakar yang cukup luas, mencapai sekitar 30 persen di sekujur tubuhnya. Saat ini kondisinya masih dalam penanganan intensif di rumah sakit.

Menanggapi kejadian ini, Kapolsek Ngawi AKP Jaiz Bintoro memberikan penjelasan.

"Dugaan sementara penyebab ledakan karena adanya kebocoran tabung gas pada saluran unit ketel pengering. Kami sudah mengamankan lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Jadi, titik awalnya memang dari unit ketel pengering alat itu. Polsek Ngawi bersama Satreskrim langsung turun tangan, mengolah TKP untuk mengungkap penyebab pastinya. Hasil pemeriksaan awal memang mengarah pada kebocoran gas yang memicu ledakan hebat tersebut.

Menyikapi hal ini, operasional SPPG terpaksa dihentikan sementara. Garis polisi sudah dipasang mengelilingi area kejadian. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, selain untuk kepentingan penyelidikan, juga demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Warga dan karyawan lain diminta menjauhi lokasi yang masih dianggap rawan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar