Suasana hening tiba-tiba berubah jadi chaos di lapangan SMP Sains Tahfiz Islamic Center Siak, Riau. Sebuah ledakan keras mengguncang, mengakhiri ujian praktik sains kelas sembilan dengan cara yang paling tragis: seorang siswa, MA, tewas mengenaskan.
Korban saat itu sedang mempresentasikan hasil karyanya, sebuah senapan rakitan. Saat alat itu dicoba, meledaklah. Bukannya demonstrasi ilmu pengetahuan, yang terjadi justru sebuah kecelakaan maut. Ledakan itu menghantam kepala MA dengan hebatnya.
Meski sudah dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Peristiwa yang terjadi di depan mata puluhan siswa lain ini tentu meninggalkan luka yang lebih dalam dari sekadar fisik.
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, mengonfirmasi hal itu Jumat lalu.
"Kami sedang melakukan penyelidikan mendalam dan telah meminta keterangan dari sejumlah guru yang berada di lokasi saat kejadian," ujarnya.
Polisi bergerak cepat. Tim langsung turun ke TKP, mengamankan sisa-sisa komponen senapan rakitan yang hancur itu untuk diteliti. Garis polisi masih terpasang di lapangan sekolah, mengingatkan semua orang bahwa penyelidikan belum usai. Yang jadi pertanyaan besar sekarang: bagaimana prosedur pengawasannya? Ade Irsyam menyebut pihaknya masih mendalami hal itu.
Di sisi lain, dampak psikologisnya luar biasa. Bayangkan, anak-anak seusia mereka menyaksikan temannya sendiri tewas secara tiba-tiba. Trauma itu nyata. Menyikapi hal ini, Polres Siak tak cuma fokus pada barang bukti. Mereka juga menerjunkan tim psikolog untuk melakukan trauma healing bagi siswa dan guru yang terguncang.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat masih tutup mulut. Belum ada pernyataan resmi yang menjawab kekhawatiran publik tentang standar keamanan praktikum, apalagi yang melibatkan alat berisiko tinggi. Investigasi terus berlanjut, sementara keluarga berduka dan sebuah komunitas sekolah berusaha bangkit dari keterkejutan yang mendalam.
Artikel Terkait
Jokowi Beri Tanggapan soal Lagu Pujian untuk Bahlil yang Viral di Depan Rumahnya
PBB Kecam Rencana Israel Perluas Pendudukan di Gaza hingga 70 Persen
Kementerian HAM Bantah Tuduhan Manipulasi Partisipasi Publik dalam Revisi UU HAM
DPR: Regulasi Jangan Matikan Sektor Swasta yang Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi