Menanggapi pengumuman Vladimir Putin soal gencatan senjata, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akhirnya bersuara. Intinya, Ukraina menerima tawaran itu. Gencatan yang diajukan Rusia itu rencananya berlaku selama momen libur Paskah Ortodoks.
Zelensky menegaskan sikapnya dalam sebuah pernyataan yang dirilis Jumat (10/4/2026).
"Ukraina sudah sering bilang, kami siap ambil langkah timbal balik. Kami sendiri yang usulkan gencatan senjata tahun ini untuk Paskah. Jadi ya, kami akan bertindak sesuai dengan itu," ujarnya, seperti dilaporkan AFP.
Menurutnya, baik rakyat Ukraina maupun Rusia sama-sama mendambakan suasana Paskah yang tenang dan damai. Karena itulah, dia mendukung pemberlakuan jeda tembak-menembak di hari-hari suci tersebut.
"Masyarakat butuh Paskah tanpa ancaman. Mereka butuh kemajuan nyata menuju perdamaian," tambah Zelensky. "Nah, ini kesempatan bagi Rusia. Mereka bisa menghindari kembalinya permusuhan usai Paskah nanti."
Sebelumnya, Kremlin memang sudah lebih dulu mengeluarkan pernyataan resmi. Putin mengumumkan gencatan senjata satu hari, bertepatan dengan perayaan Paskah Ortodoks yang akan datang.
Artikel Terkait
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA
Serangan Udara di Beirut Bebani Sistem Kesehatan Lebanon yang Sudah Rapuh
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Takut Hadapi Sidang Pencemaran Nama Baik