Zelensky Setujui Gencatan Senjata Rusia untuk Paskah Ortodoks

- Jumat, 10 April 2026 | 07:35 WIB
Zelensky Setujui Gencatan Senjata Rusia untuk Paskah Ortodoks

Menanggapi pengumuman Vladimir Putin soal gencatan senjata, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akhirnya bersuara. Intinya, Ukraina menerima tawaran itu. Gencatan yang diajukan Rusia itu rencananya berlaku selama momen libur Paskah Ortodoks.

Zelensky menegaskan sikapnya dalam sebuah pernyataan yang dirilis Jumat (10/4/2026).

"Ukraina sudah sering bilang, kami siap ambil langkah timbal balik. Kami sendiri yang usulkan gencatan senjata tahun ini untuk Paskah. Jadi ya, kami akan bertindak sesuai dengan itu," ujarnya, seperti dilaporkan AFP.

Menurutnya, baik rakyat Ukraina maupun Rusia sama-sama mendambakan suasana Paskah yang tenang dan damai. Karena itulah, dia mendukung pemberlakuan jeda tembak-menembak di hari-hari suci tersebut.

"Masyarakat butuh Paskah tanpa ancaman. Mereka butuh kemajuan nyata menuju perdamaian," tambah Zelensky. "Nah, ini kesempatan bagi Rusia. Mereka bisa menghindari kembalinya permusuhan usai Paskah nanti."

Sebelumnya, Kremlin memang sudah lebih dulu mengeluarkan pernyataan resmi. Putin mengumumkan gencatan senjata satu hari, bertepatan dengan perayaan Paskah Ortodoks yang akan datang.

"Gencatan senjata diumumkan mulai pukul 16:00 tanggal 11 April, sampai akhir hari tanggal 12 April 2026," bunyi pernyataan itu, juga dikutip dari AFP pada Jumat yang sama.

Paskah Ortodoks tahun ini jatuh pada Minggu, 12 April. Agama ini jadi mayoritas di kedua negara yang bertikai. Perayaannya sendiri mundur beberapa hari dari Paskah Katolik Roma, karena menggunakan penanggalan Julian.

Kremlin menyatakan, Staf Umum mereka sudah diperintahkan untuk menghentikan semua operasi tempur selama periode itu. Meski begitu, mereka mengaku akan tetap dalam status siaga.

Dan ada harapan dari Moskow. Mereka meminta Ukraina untuk ikut mematuhi kesepakatan tidak menembak ini.

"Kami berasumsi bahwa pihak Ukraina akan mengikuti contoh Federasi Rusia," tulis pernyataan Kremlin, singkat namun penuh muatan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar