Ammar Zoni Bongkar Peredaran Narkoba di Balik Jeruji Rutan Salemba

- Kamis, 08 Januari 2026 | 22:10 WIB
Ammar Zoni Bongkar Peredaran Narkoba di Balik Jeruji Rutan Salemba

JAKARTA – Dalam sidang lanjutan kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis lalu, aktor Ammar Zoni kembali membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Kali ini, ia mengungkap pengalamannya selama mendekam di Rutan Salemba. Menurutnya, narkoba dengan mudah diperoleh di dalam lembaga pemasyarakatan itu.

Ammar bercerita, ia pernah satu sel dengan tiga narapidana lain: Febri, Black, dan Jaya. Dari ketiganya, hanya Febri yang bukan tersangka narkoba. Sementara Black dan Jaya, sama seperti dirinya, terjerat kasus narkotika.

Pertanyaan jaksa pun fokus pada aktivitas di dalam sel. "Berarti selama itu saudara tahu dia (Jaya) pakai ganja? Pernah kelihatan enggak dia ambil dari mana ganjanya?" tanya JPU.

"Saya enggak terlalu peduli sih Pak," jawab Ammar. "Maksudnya saya lebih sering aktivitas di atas, paling kalau keluar ke masjid."

Namun begitu, di kesempatan lain Ammar mengakui hal yang berbeda. Ia mengaku pernah ditawari dan bahkan menggunakan ganja bersama Jaya dan Black di dalam sel mereka sendiri.

"Terkadang iya, suka. Kalau ganja ya," ujarnya. "Saya sudah tidak memakai lagi semenjak setahun lebihan lah. Sudah capek aja dengan ini semua."

Saat JPU mendesak, Ammar memberikan garis waktu yang lebih jelas.

"Pernah memakai ganja di sana, dan itu sekitar setahun yang lalu pas baru-baru masuk tahun 2023," jelasnya. "Ganja itu kan ditemukannya Januari 2025, saya pakainya jauh sebelum itu. Sudah satu tahun yang lalu. Tapi kalau ditanya apakah saya pakai ganja di Rutan, iya saya memakai ganja waktu itu di Rutan (Salemba)."

Lalu, dari mana barang haram itu berasal? Ammar mengaku tidak tahu persis sumber Black mendapatkan ganja. Tapi pernyataan terakhirnya yang paling mencengangkan.

"Oh nggak tahu, saya nggak tahu ceritanya," katanya. Kemudian ia menambahkan dengan nada datar, "Sebenarnya di Rutan Salemba itu (narkoba) emang dijual bebas."

Pernyataan itu menggambarkan situasi yang jauh dari gambaran sebuah lembaga rehabilitasi. Sidang pun berlanjut dengan pertanyaan-pertanyaan lain, meninggalkan kesan kuat tentang klaim 'pasar bebas' narkoba di balik tembok rutan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar