JAKARTA – Bagi banyak pasangan, keperkasaan pria seringkali jadi penopang keharmonisan rumah tangga. Tapi jangan salah, kondisi ini nggak selamanya bisa bertahan. Seiring usia bergulir, kerap muncul tantangan yang perlahan menggerogoti vitalitas tersebut.
Nah, soal ini, pakar seksologi ternama dr. Boyke Dian Nugraha punya penjelasan. Lewat sebuah unggahan video di Instagram, dr. Boyke menyoroti peran kunci hormon testosteron. Menurutnya, penurunan keperkasaan itu erat banget kaitannya dengan menyusutnya kadar hormon satu ini.
“Karena secara bertahap perlahan-lahan penelitian menunjukkan hormon testosteron nya mulai berkurang setengah sampai satu persen,”
Begitu kata dr. Boyke dalam videonya, seperti dikutip Kamis (9/6/2026) lalu.
Penurunan itu terjadi secara alami, bertahap, dan memang bagian dari proses penuaan. Tapi di sisi lain, gaya hidup punya pengaruh besar yang nggak bisa dianggap sepele. Faktor usia bukanlah satu-satunya biang kerok.
Bayangkan saja, pola makan serba nggak terkontrol. Gorengan, santan, dan lemak-lemak lain yang dikonsumsi berlebihan disebut bisa mempercepat penurunan performa. Belum lagi kalau ditambah kebiasaan buruk macam merokok, suka begadang, dan malas bergerak. Kombinasi mematikan ini bikin penurunan itu terjadi lebih cepat dan lebih dalam.
“Apalagi kalau tuh cowok emang udah pola hidupnya nggak sehat, ngerokok, begadang, nggak mau berolahraga, makan sembarangan, makan lemak, gorengan, santan, wah turunnya makin dalam,”
Ucapnya lagi dengan nada prihatin.
Maka dari itu, langkah pencegahan sejak dini jadi kunci utama. Dr. Boyke menekankan, usia 25 tahun adalah momen krusial bagi para pria untuk benar-benar serius menjaga kesehatan. Bahkan, persiapan idealnya sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya.
“Oleh karena itu, usia 25 penting loh. Itu poin juga buat cowok ya untuk tetap menjaga kesehatannya. Jadi sudah mulai dari 5 tahun sebelumnya,”
Katanya menegaskan.
Intinya sederhana: menjaga pola hidup sehat. Mulai dari memilah asupan makanan, rutin berolahraga, hingga mengatur kualitas tidur. Dengan komitmen yang dilakukan sedini mungkin, diharapkan keseimbangan hormon bisa lebih terjaga. Pada akhirnya, bukan cuma keperkasaan yang bertahan lama, tapi juga kualitas hidup yang secara keseluruhan jadi lebih baik.
Artikel Terkait
3 Gerakan Peregangan Sederhana Sebelum Bangun Tidur untuk Redakan Badan Pegal
Bus Shalawat Kembali Beroperasi Penuh di Makkah Setelah Sempat Tertunda 12 Jam
Ziva Magnolya Kejutkan Penonton Java Jazz 2026 dengan Lagu Legendaris ‘Spain’
Vilmei Buka Suara soal Putus dari Willie Salim, Singgung soal Kurang Dihargai