Souto Soroti Kesalahan Dasar Meski Timnas Futsal Lolos ke Final AFF

- Sabtu, 11 April 2026 | 10:15 WIB
Souto Soroti Kesalahan Dasar Meski Timnas Futsal Lolos ke Final AFF

NONTHABURI – Timnas Futsal Indonesia akhirnya melangkah ke final Piala AFF 2026. Tapi, di balik kemenangan tipis 3-2 atas Vietnam tadi malam, pelatih Hector Souto justru tak bisa menutupi rasa khawatirnya. Ada beberapa hal yang mengganjal di benaknya.

Semifinal yang digelar di Nonthaburi, Thailand, Jumat (10/4/2026) itu memang berakhir manis untuk Skuad Garuda. Namun begitu, Souto terlihat belum puas. Ia malah menyoroti sederet kesalahan, terutama yang terjadi di babak kedua. Bahkan, dengan jujur ia mengakuinya sebagai tanggung jawab pribadi.

“Saya sangat puas dengan performa pemain kami. Mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa dan saya sangat bangga pada mereka. Ini semua adalah kemenangan mereka, bukan kemenangan saya,”

begitu ucap Souto dalam konferensi pers usai laga. Pujiannya tulus, tapi tak butuh waktu lama baginya untuk beralih ke kritik. Ia merasa ada kelemahan yang, jika dibiarkan, bisa berakibat fatal nanti.

Hector Souto secara khusus menyoroti apa yang ia sebut “situasi konyol”. Ia merujuk pada gol pertama Vietnam di babak kedua. Menurutnya, itu adalah kesalahan dasar yang seharusnya tak terjadi.

“Di babak kedua, saya bicara kepada pemain kita tidak boleh kebobolan. Kami kebobolan 2-1 dalam situasi konyol dengan penempatan pagar betis yang tidak bagus. Kami seharusnya menempatkannya dengan cara yang berbeda. Jadi, saya mengakuinya sebagai kesalahan saya,”

tuturnya dengan nada tegas. Bukan cuma itu, gol kedua lawan juga jadi perhatian. Situasinya berasal dari kick in, sebuah pola yang katanya sudah berulang kali mereka latih di sesi latihan.

“Menjelang akhir, kami kebobolan menjadi 3-2 dalam situasi kick in yang sudah kami latih berkali-kali. Itu adalah situasi yang seharusnya tidak membuat kami kebobolan gol tersebut,”

tegas pelatih asal Spanyol itu. Untungnya, respons tim dinilainya cepat. Gol ketiga Indonesia, yang lahir dari serangan balik, menjadi penyelemat saat itu. “Itu sangat bagus bagi kami karena memberi kami napas,” katanya.

Di sisi lain, Souto tetap menegaskan bahwa kemenangan ini adalah buah kerja keras seluruh pemain. Ia menolak mengambil pujian untuk dirinya sendiri.

Dengan kemenangan ini, Indonesia kini bersiap menghadapi Thailand di partai puncak. Sang tuan rumah sebelumnya menaklukkan Australia dengan skor 4-3 di semifinal lain. Final akan digelar Minggu (12/4/2026) mendatang, sebuah peluang emas bagi Garuda untuk merebut gelar.

Sebelum hari H, Souto memastikan timnya akan melakukan evaluasi mendalam. Fokusnya jelas: memperbaiki detail-detail kecil yang bisa jadi penentu di final nanti. Kemenangan memang diraih, tapi pelatih ini tak mau timnya terbuai. Masih ada pekerjaan rumah yang menunggu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar