Pandu Sjahrir Didesak Jawab, Benarkah Danantara Juru Selamat GOTO di Balik Investasi Rp16 Triliun?

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 06:50 WIB
Pandu Sjahrir Didesak Jawab, Benarkah Danantara Juru Selamat GOTO di Balik Investasi Rp16 Triliun?

Danantara Diduga Jadi “Juru Selamat” GOTO? Pandu Sjahrir Didesak Jawab Dugaan Konflik Kepentingan

Pengamat ekonomi Agustinus Edy Kristianto mengungkap rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang akan menanamkan investasi awal sekitar Rp16 triliun di pasar modal. Investasi ini direncanakan dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) dan saham perusahaan dengan fundamental kuat.

Namun, pernyataan Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, bahwa investasi juga akan diarahkan ke perusahaan swasta menimbulkan pertanyaan besar. Agustinus menyoroti potensi konflik kepentingan dalam kebijakan investasi Danantara ini.

“Kita patut bertanya terang-terangan: apakah maksudnya dana dari dividen BUMN itu akan dipakai Danantara untuk membeli saham GOTO dan TOBA?” tulis Agustinus dalam analisanya, Senin (20/10/2025).

Pertanyaan ini muncul mengingat latar belakang Pandu Sjahrir yang merupakan investor awal GOTO dan pernah menjabat Komisaris Utama GoTo Financial. Pandu juga merupakan keponakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan mantan Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Data pasar modal menunjukkan Telkomsel/Telkom memegang 23 miliar lembar saham GOTO hasil investasi senilai US$450 juta (sekitar Rp6,4 triliun) pada tahun 2021. Namun, harga saham GOTO kini turun hampir 80%, menyisakan nilai investasi sekitar Rp1,3 triliun dengan kerugian negara mencapai Rp5,096 triliun.

Agustinus mengungkapkan desas-desus bahwa pemerintah sedang menyiapkan skema penyelesaian luar biasa. Sumber internal menyebut Danantara diperintahkan menekan GOTO melakukan buyback seluruh saham Telkom pada harga awal pembelian.

“Pandu disebut bertanggung jawab menuntaskan transaksi ini demi menyelamatkan kerugian negara,” kata Agustinus.

Rumor lain menyebut langkah ini dikoordinasikan dengan Kejaksaan Agung, yang sedang menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Google Chromebook dengan Nadiem Makarim sebagai tersangka. Disebutkan ada keterkaitan antara kasus ini dengan investasi Google di GOTO.

Agustinus menegaskan pemerintah harus transparan dan menjamin tidak ada penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan investasi Danantara. Publik kini menanti klarifikasi resmi Pandu Sjahrir dan penjelasan Kementerian BUMN mengenai arah investasi Danantara.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar