Ketidakpastian menyelimuti masa depan Massimiliano Allegri dan Igli Tare di AC Milan, meskipun klub masih memiliki peluang untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Situasi internal di San Siro dilaporkan memanas akibat perbedaan pandangan yang mendasar antara pelatih dan direktur olahraga dengan jajaran manajemen klub.
Menurut sejumlah media Italia, hubungan Allegri dengan CEO Milan, Giorgio Furlani, mengalami keretakan. Pakar AC Milan, Carlo Pellegatti, mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat posisi Allegri mulai terancam untuk musim depan. Padahal, pelatih asal Italia itu masih terikat kontrak hingga Juni 2027, dengan klausul perpanjangan otomatis hingga 2028 jika Rossoneri berhasil mencapai Liga Champions musim ini.
Namun, laporan dari Calciomercato.com menyebut bahwa peluang Allegri bertahan tetap tidak pasti. Hubungan yang memburuk dengan Furlani dikabarkan dapat memicu perpisahan, bahkan jika target Liga Champions tercapai. Dalam beberapa pekan terakhir, Allegri dan Furlani telah menggelar beberapa pertemuan untuk membahas proyek jangka panjang klub, tetapi keduanya tidak memiliki pandangan yang sama terkait arah pengembangan tim ke depan.
Di sisi lain, posisi Igli Tare juga berada dalam tekanan besar. Tuttomercatoweb melaporkan bahwa manajemen Milan mulai mengevaluasi kinerja direktur olahraga asal Albania tersebut. Investasi besar yang dilakukan AC Milan pada bursa transfer musim panas lalu dinilai belum memberikan hasil yang memuaskan. Dua pemain yang paling banyak disorot adalah Christopher Nkunku dan Ardon Jashari, yang performanya dianggap belum sesuai dengan ekspektasi setelah klub mengeluarkan biaya besar untuk memperkuat skuad. Situasi ini membuat nama Tare ikut menjadi bahan evaluasi internal.
Sementara itu, di tengah ketidakpastian tersebut, AC Milan dikabarkan masih tertarik untuk mendatangkan direktur olahraga Atalanta, Tony D’Amico. Rossoneri sebenarnya sudah memantau sosok tersebut sejak musim panas tahun lalu. Namun, Atalanta disebut masih enggan melepas D’Amico, yang berperan penting dalam keberhasilan tim beberapa musim terakhir. Klub berjuluk La Dea itu belum memiliki rencana untuk berpisah dengan figur kunci tersebut.
Situasi ini membuka peluang bagi AC Milan untuk kembali melakukan perubahan besar pada musim panas 2026. Jika konflik internal terus berlanjut, San Siro bisa kehilangan dua figur penting sekaligus dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Skotlandia di Ambang Sejarah: Laga Hidup Mati Melawan Brasil di Grup C Piala Dunia 2026
Persib Bandung Resmi Lepas Sergio Castel, Pemain Asing Ketiga yang Pergi di Era Igor Tolic
Miami Berubah Warna: Suporter Skotlandia Banjiri South Beach Demi Laga Hidup Mati Lawan Brasil
Swiss vs Kanada di Puncak Grup B: Duel Hidup Mati Perebutan Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026