Pencarian Tiga Pendaki di Gunung Dukono Terkendala Aktivitas Vulkanik Tinggi, Dua WNA Terpantau di Dekat Kawah

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:55 WIB
Pencarian Tiga Pendaki di Gunung Dukono Terkendala Aktivitas Vulkanik Tinggi, Dua WNA Terpantau di Dekat Kawah

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih melanjutkan upaya pencarian tiga pendaki yang dinyatakan hilang setelah erupsi Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Pada hari kedua operasi, tim memfokuskan penyisiran di area yang sebelumnya diduga menjadi titik keberadaan para pendaki berdasarkan hasil penelusuran pada hari pertama.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Henjte ML Hetharia, turut berada di lokasi operasi untuk memantau langsung proses pencarian. Henjte menegaskan bahwa aspek keselamatan personel menjadi prioritas utama mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih tinggi. Tiga pendaki yang dicari terdiri dari dua warga negara asing (WNA) dan seorang warga negara Indonesia (WNI).

Berdasarkan hasil pencarian pada Jumat (8/5), keberadaan dua WNA sempat terdeteksi. Namun, kondisi medan yang ekstrem serta peningkatan aktivitas vulkanik menghambat proses evakuasi. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa seluruh personel SAR gabungan harus bergerak secara hati-hati dan mengikuti rekomendasi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono yang turut mendampingi operasi di lapangan.

Informasi sementara menunjukkan bahwa posisi dua WNA tersebut berada pada jarak sekitar 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama. Kondisi ini memerlukan perhitungan dan strategi evakuasi yang matang dengan mempertimbangkan potensi eskalasi aktivitas vulkanik serta faktor keselamatan seluruh personel. Sementara itu, pendaki WNI hingga kini masih belum terdeteksi keberadaannya. Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan dukungan personel, peralatan, dan logistik yang telah disiapkan di lokasi operasi.

Di sisi lain, aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang berstatus Level II (Waspada) masih tergolong tinggi. Status ini telah ditetapkan sejak 13 Juni 2008. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah menetapkan radius bahaya sejauh empat kilometer dari kawah aktif sejak 11 Desember 2024. Hasil pemantauan PVMBG pada Sabtu (9/5) sejak dini hari hingga pukul 11.00 WIT mencatat beberapa kali erupsi.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.57 WIT dengan lontaran lava pijar yang terpantau dari Pos PGA Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara. Erupsi kembali terjadi pada pukul 06.10 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak dan mengarah ke utara. Erupsi berikutnya tercatat pada pukul 07.31 WIT dan 09.12 WIT dengan tinggi kolom abu sekitar 2.000 meter di atas puncak dan condong ke arah barat laut dan timur. Kemudian pada pukul 11.07 WIT, erupsi kembali terjadi dengan kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak mengarah ke timur laut, timur, dan tenggara.

PVMBG juga mencatat bahwa aktivitas kegempaan Gunung Dukono masih didominasi oleh gempa letusan dengan amplitudo cukup besar. Hal ini menunjukkan bahwa erupsi masih berlangsung dengan intensitas tinggi, sehingga operasi pencarian harus dilakukan dengan kewaspadaan ekstra.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar