Kabut pagi di Pringsewu belum sepenuhnya hilang ketika kabar tembak-menembak itu terdengar. Dua orang dari sebuah komplotan pencuri sapi berakhir di ujung senjata polisi. Satu di antaranya, bernama Candra, akhirnya tewas setelah sempat dirawat di rumah sakit.
Menurut Kapolres Pringsewu, AKBP Yunnus Saputra, tindakan tegas itu terpaksa diambil. Bukan tanpa alasan. Kedua pelaku, yang sudah dalam keadaan tertangkap, malah memberontak dengan keras.
"Mereka merusak borgol dan berusaha merebut senjata anggota," jelas Yunnus, pada Senin (19/1).
"Situasinya jadi sangat berbahaya. Karena itulah, kami memberikan tindakan tegas terukur," lanjutnya.
Setelah insiden tembak, keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit. Kondisi mereka sempat membaik, bahkan sempat dibawa ke Mapolres untuk proses hukum. Namun, nasib berkata lain.
Hanya beberapa jam berada di kantor polisi, kondisi Candra tiba-tiba drop. Dia dilarikan kembali ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. "Di sana, pelaku bernama Candra ini dinyatakan meninggal dunia," ucap Yunnus dengan nada datar.
Sementara itu, jenazahnya sudah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Sedangkan satu pelaku lain yang ditembak masih menjalani perawatan dan penyelidikan.
Kasus ini tentu menyisakan banyak pertanyaan. Tapi yang jelas, aksi komplotan pencuri sapi di wilayah itu akhirnya terhenti juga, meski dengan akhir yang tragis.
Artikel Terkait
Pencuri di Mojokerto Tinggalkan Surat Permintaan Maaf dan Janji Ganti Rugi demi Biaya Sekolah Anak
Gempa M 4,1 Guncang Nias Barat Akibat Aktivitas Megathrust, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
Piala Dunia 2026 Tersandung Kontroversi: Harga Tiket Meroket dan Beban Finansial Membebani Kota Tuan Rumah
BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY Sinergi Perluas Literasi Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal dan UMKM