Isyana Sarasvati lagi jadi buah bibir. Bukan karena lagu barunya, tapi gara-gara sebuah visual "mata satu" yang muncul di konten video bertajuk 'Abadhi'. Visual itu memantik spekulasi liar: banyak yang nuduh penyanyi berbakat ini bergabung dengan sekte satanik.
Semuanya berawal dari sebuah cuitan di platform X. Seorang netizen mengaku kaget dengan perubahan Isyana dan menyinggung soal spekulasi keanggotaan sekte tersebut.
"Jujur kaget banget dengan perubahan Isyana Sarasvati, sekarang lagi banyak yang ngebahas ini, terus ada spekulasi yang katanya dia join sekte gitu," ujarnya, Kamis lalu.
"Semoga gak benar, ya. Jujur kangen dengan Isyana di era Tetap Dalam Jiwa," tambahnya.
Cuitan itu sendiri sudah dilihat oleh hampir sejuta orang. Memang, di kolom komentar, ada juga yang ikut-ikutan khawatir. Tapi, menurut saya, suara yang lebih keras justru datang dari pihak yang membela Isyana. Mereka bilang netizen itu terlalu 'cocokologi', menyambung-nyambungkan hal yang nggak nyambung.
Argumennya cukup masuk akal. Isyana memang sudah lama dekat dengan scene musik metal, yang notabene akrab dengan simbol-simbol gelap seringkali cuma sebagai gimmick.
"Dari tahun 2022, Isyana dekat dengan komunitas metal, pernah collab sama Marty Friedman ex Megadeth, legends metal dunia. Dia juga beberapa kali gelar konser tunggal temanya metal atau prog rock kayak, 'Lost in Harmony' sama 'Lexicon'. Metal identik dengan simbol-simbol satanis, padahal mah cuma gimmick doang. Aslinya pada takut hantu," kata salah satu warganet, @ran".
Pendapat serupa dilontarkan netizen lain yang kesal melihat isu ini dibesar-besarkan.
"Anyi" sudah 2026 orang Indonesia masih percaya aja sama gimmick-gimmick begini. Lu baru lihat Isyana sudah kayak kebakaran jenggot. Belum lihat modelan band-band black metal, pantes pada lebih percaya M, hal remeh gimmick musik Saja diseriusin ngehek," timpal @ara".
Lalu, visual kontroversial itu sendiri dari mana? Ternyata muncul di dua video: 'Eklektiko: This is Abadhi' yang tayang awal Februari, dan teaser 'Abadhi: The Final Chapter of Eklektiko' yang dirilis beberapa hari setelahnya. Jadi, sebenarnya ini bagian dari konsep sebuah proyek. Tapi, ya begitulah. Di dunia maya, satu simbol bisa jadi bahan perdebatan panjang.
Artikel Terkait
Air Kelapa Disebut Bantu Jaga Kelembapan dan Cegah Penuaan Dini pada Kulit
Dzulqadah, Bulan Haram yang Menyimpan Sejarah Penting Umat Islam
The Strokes Tampilkan Tokoh Korban Intervensi Asing di Panggung Coachella
Menaker Dorong Pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga