Presiden Prabowo Peluk Mantan Korban Perundungan di Sekolah Rakyat, Apresiasi Semangat Siswa Jadi Duta Antiperundungan

- Senin, 08 Juni 2026 | 09:15 WIB
Presiden Prabowo Peluk Mantan Korban Perundungan di Sekolah Rakyat, Apresiasi Semangat Siswa Jadi Duta Antiperundungan

Semangat dan prestasi siswa Sekolah Rakyat mendapat sorotan langsung dari Presiden Prabowo Subianto saat ia mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan pada Minggu (7/6/2026). Dalam kunjungan itu, kepala negara menyaksikan sendiri kepiawaian para siswa dalam berbagai bidang, mulai dari baris-berbaris, yel-yel, hingga pertunjukan seni seperti tari kecak, paduan suara, pembacaan puisi, dan pidato Bahasa Inggris. Perkembangan yang ditunjukkan oleh anak-anak tersebut menumbuhkan rasa bangga di hati Presiden, namun di balik itu, ia menyempatkan diri untuk menitipkan sejumlah pesan penting.

Prabowo menekankan bahwa kerja keras menjadi kunci utama dalam proses pengembangan diri. “Kita harus bekerja keras, siswa dan siswi harus bekerja keras. Siswa dan siswi belajar yang baik, yang keras, belajar yang disiplin, selalu patuh sama guru,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (8/6/2026). Namun, baginya, kerja keras bukanlah satu-satunya hal yang esensial. Ia mengingatkan bahwa rasa hormat kepada sesama, terutama kepada orang tua dan guru, merupakan kesadaran yang harus ditanamkan sejak dini.

Di tengah keterbatasan ekonomi, bahkan dalam kondisi miskin dan miskin ekstrem, Presiden menyadari bahwa para orang tua tetap berjuang memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka tanpa henti mencurahkan kasih sayang. Oleh karena itu, Prabowo berharap agar anak-anak tetap merasa bangga kepada orang tua, apa pun profesi yang mereka geluti. “Meski dalam keadaan miskin, orang tua tetap berjuang,” katanya, menegaskan pentingnya penghargaan terhadap pengorbanan orang tua.

Sementara itu, momen yang paling mengharapkan terjadi saat Presiden bertemu dengan Gede Bagus Abimanyu, siswa yang akrab disapa Abimanyu. Remaja ini merupakan mantan korban perundungan di sekolah sebelumnya. Perlakuan buruk yang diterimanya sempat membuatnya putus asa hingga ia berhenti bersekolah untuk beberapa waktu. Namun, di SRMP 17 Tabanan, Abimanyu justru menemukan kekuatan untuk melawan rasa takut dan menghadapi trauma masa lalunya. Setiap hari, ia berjumpa dengan wajah-wajah baru dan perlahan-lahan menghadapinya dengan penuh kejujuran, semangat, dan jiwa pantang menyerah. Semangat itulah yang kemudian mengantarkannya menjadi duta antiperundungan di sekolah.

Upaya Abimanyu dalam melawan trauma tersebut mendapat apresiasi langsung dari Presiden. Prabowo mengaku salut karena Abimanyu mampu menghadapi masa lalunya dengan sikap positif. Dalam kesempatan itu, ia bahkan melontarkan candaan bahwa dirinya sebagai presiden pun kerap menjadi sasaran ejekan. Namun, ia berpesan bahwa apa pun yang dihadapi, para siswa harus membalas dengan kesopanan. “Gapapa diejek. Jangankan kamu, saya juga sering diejek. Sampai sekarang presiden pun juga sering diejek. Yang penting hatimu. Kalau kita diejek, kita harus membalas dengan sopan santun,” tutup Prabowo.

Sebagai bentuk dukungan dan kebanggaan, Presiden pun memberikan pelukan hangat kepada Abimanyu sambil menepuk-nepuk pundaknya. Momen tersebut menjadi penutup yang penuh makna dari kunjungan yang tidak hanya menyoroti prestasi akademik dan seni, tetapi juga ketangguhan mental para siswa Sekolah Rakyat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar