Hetifah Sjaifudian Soroti Dua Kasus di Undip: Dugaan Pelecehan Seksual dan Pengeroyokan Harus Diinvestigasi Terpisah

- Jumat, 06 Maret 2026 | 09:10 WIB
Hetifah Sjaifudian Soroti Dua Kasus di Undip: Dugaan Pelecehan Seksual dan Pengeroyokan Harus Diinvestigasi Terpisah

Kasus pengeroyokan yang melibatkan puluhan mahasiswa Undip terhadap rekannya sendiri, Arnendo, benar-benar mengejutkan. Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI, mengaku prihatin mendengar kabar ini. Tapi, ada hal lain yang tak kalah penting untuk disorot: dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan Arnendo sebelumnya. Menurut Hetifah, kedua hal ini harus dilihat secara terpisah dan sama-sama diusut tuntas.

"Kasus kekerasan di lingkungan kampus, apalagi seperti ini skalanya, tentu sangat memprihatinkan," ujar Hetifah, Kamis (5/3/2026).

"Kalau memang ada laporan pelecehan seksual terhadap mahasiswi, ya itu harus ditangani dengan serius. Tidak boleh diabaikan."

Namun begitu, dia dengan tegas menegaskan satu hal. Tindakan main hakim sendiri lewat pengeroyokan dengan alasan apapun sama sekali tidak bisa dibenarkan. Kekerasan bukanlah jalan penyelesaian.

"Di sisi lain, pengeroyokan atau tindak kekerasan macam apapun itu tidak boleh dibiarkan. Sekali lagi, tidak ada pembenaran untuk itu," tegasnya.

Oleh karena itu, Hetifah mendorong kampus untuk bersikap objektif. Dua peristiwa ini, meski beririsan, perlu ditelusuri secara mandiri dan komprehensif. Pihak universitas harus memastikan proses hukum berjalan transparan, baik untuk kasus pelecehan seksual maupun aksi kekerasan massal yang menyertainya. Semuanya harus jelas ujung pangkalnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar