Kabarnya, pemulihan pasca-bencana di Sumatera mulai menunjukkan titik terang. Di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, misalnya, sebanyak 163 unit hunian sementara (huntara) sudah hampir sepenuhnya rampung. Bangunannya berdiri di lokasi yang cukup tinggi, terlihat kokoh dan siap dihuni.
Menurut Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, secara fisik huntara itu sudah layak. Listriknya terpasang, tinggal menunggu diaktifkan saja. Sementara untuk urusan air bersih, BNPB sedang menyelesaikan pembangunan sumur bor.
Targetnya, dalam sepuluh hari ke depan semua fasilitas penunjang seperti air dan listrik harus sudah berfungsi. Baru setelah itu, warga bisa segera pindah dan memulai babak baru kehidupan mereka di tempat yang lebih layak.
Nah, pemerintah ternyata tidak cuma menyediakan tempat tinggal. Bantuan pendukung lainnya juga mengalir. Setiap penyintas mendapat uang lauk-pauk Rp 15 ribu per hari. Belum lagi bantuan ekonomi senilai Rp 5 juta per keluarga, ditambah Rp 3 juta untuk membeli perabotan rumah tangga. Bantuan-bantuan ini diharapkan bisa jadi penyangga di masa-masa sulit ini.
Artikel Terkait
Iduladha 2026 Diprediksi 27 Mei, Berpotensi Ciptakan Libur Panjang
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah
Lebaran Betawi ke-18 Digelar di Lapangan Banteng April 2026
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30