Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Capai 163 Unit, Fasilitas Penunjang Segera Rampung

- Minggu, 05 April 2026 | 21:10 WIB
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Capai 163 Unit, Fasilitas Penunjang Segera Rampung

Kabarnya, pemulihan pasca-bencana di Sumatera mulai menunjukkan titik terang. Di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, misalnya, sebanyak 163 unit hunian sementara (huntara) sudah hampir sepenuhnya rampung. Bangunannya berdiri di lokasi yang cukup tinggi, terlihat kokoh dan siap dihuni.

Menurut Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, secara fisik huntara itu sudah layak. Listriknya terpasang, tinggal menunggu diaktifkan saja. Sementara untuk urusan air bersih, BNPB sedang menyelesaikan pembangunan sumur bor.

"Ini huntara yang dibangun oleh Bapak Menko Infra, 163 unit untuk masyarakat Lubuk Sidup. Kita lihat tempatnya sangat bagus, ada ketinggian. Listrik sudah masuk, tinggal on saja. Untuk air minum, tinggal air bersih menggunakan sumur bor dari BNPB,"

ujar Tito dalam keterangannya, Minggu lalu.

Targetnya, dalam sepuluh hari ke depan semua fasilitas penunjang seperti air dan listrik harus sudah berfungsi. Baru setelah itu, warga bisa segera pindah dan memulai babak baru kehidupan mereka di tempat yang lebih layak.

Nah, pemerintah ternyata tidak cuma menyediakan tempat tinggal. Bantuan pendukung lainnya juga mengalir. Setiap penyintas mendapat uang lauk-pauk Rp 15 ribu per hari. Belum lagi bantuan ekonomi senilai Rp 5 juta per keluarga, ditambah Rp 3 juta untuk membeli perabotan rumah tangga. Bantuan-bantuan ini diharapkan bisa jadi penyangga di masa-masa sulit ini.

Kalau dilihat secara keseluruhan, progres pembangunan huntara di tiga provinsi terdampak cukup menggembirakan. Dari target 19.135 unit, sudah 17.084 unit yang selesai. Angka itu setara dengan 89 persen. Sebuah kemajuan yang patut diapresiasi.

Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Ia menunjukkan upaya nyata untuk pemulihan yang menyeluruh, bukan cuma fisik bangunan, tapi juga kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Dalam kunjungannya ke Lubuk Sidup, Tito tidak datang sendirian. Ia didampingi sejumlah pejabat, seperti Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, beserta jajaran Forkopimda setempat.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar