Bayern Munich berada di ambang akhir penantian panjang di ajang DFB-Pokal. Setelah enam tahun gagal mengangkat trofi piala domestik Jerman, tim berjuluk Die Roten itu kini memburu penebusan saat menghadapi VfB Stuttgart pada final DFB-Pokal 2025/2026 di Olympiastadion, Berlin, Minggu dini hari WIB.
Laga ini bukan sekadar perebutan trofi. Bayern juga berpeluang menutup musim dengan status double winners setelah sebelumnya sukses merebut gelar Bundesliga di musim debut pelatih Vincent Kompany bersama klub raksasa Bavaria tersebut. Atmosfer final dipastikan panas. Bayern ingin mengakhiri kutukan panjang di DFB-Pokal, sementara Stuttgart datang membawa ambisi besar untuk merusak pesta Die Roten di Berlin.
Sejak terakhir kali menjuarai DFB-Pokal secara beruntun pada musim 2018/2019 dan 2019/2020, Bayern terus gagal menembus tangga juara. Bahkan dalam lima musim terakhir, pencapaian terbaik mereka hanya sampai babak perempat final. Musim lalu menjadi contoh paling menyakitkan. Saat Vincent Kompany sukses membawa Bayern kembali merebut Bundesliga, Die Roten justru tersingkir lebih awal di babak 16 besar DFB-Pokal.
Candaan pun sempat dilontarkan Kompany soal hilangnya trofi DFB-Pokal dari lemari Bayern. “Tidak tahu kenapa tiba-tiba saja trofinya (DFB-Pokal) hilang,” kelakar Kompany. Kini, Joshua Kimmich dan kolega punya kesempatan emas untuk menutup musim dengan sempurna.
“Kami membuka musim ini dengan memenangi DFL-Supercup lawan VfB. Sekarang, kami ingin menutup rangkaian sukses musim ini dengan menang atas VfB di DFB-Pokal,” kata Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl.
Final ini juga menjadi momen penting bagi Harry Kane. Striker Inggris tersebut kembali berpeluang menghapus label “Mr Runner-Up” yang selama bertahun-tahun melekat pada dirinya. Bersama Bayern musim ini, Kane tampil luar biasa dengan torehan 58 gol di semua kompetisi. Namun, pengalaman pahit di final masih membayangi mantan bomber Tottenham Hotspur itu. Kane dua kali gagal juara di final Piala Liga Inggris bersama Spurs, yakni saat kalah dari Chelsea pada musim 2014/2015 dan takluk dari Manchester City pada 2020/2021.
Karena itu, Kane tak ingin kembali gagal di partai puncak. “Akan sangat disayangkan jika kami tidak menang,” ucap Kane.
Jelang final, Bayern mendapat kabar kurang ideal terkait kondisi Manuel Neuer. Kapten sekaligus penjaga gawang utama itu dipastikan absen karena masih menjalani pemulihan cedera otot betis kiri. Media Jerman melaporkan bahwa posisi Neuer akan digantikan Jonas Urbig di bawah mistar gawang. Absennya Neuer juga memunculkan perhatian karena sebelumnya ia kembali dipanggil timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026, meski sempat pensiun usai Euro 2024. Bayern disebut tak ingin mengambil risiko dengan memaksakan kondisi kiper veteran berusia 40 tahun tersebut.
Sebelum laga final dimulai, legenda Bayern dan timnas Jerman Bastian Schweinsteiger akan menerima penghargaan spesial. Schweinsteiger masuk dalam Walk of Fame des DFB-Pokals, penghargaan yang diinisiasi Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) bersama majalah sepak bola. Mantan gelandang Bayern itu tercatat delapan kali tampil di final DFB-Pokal dan sukses memenangkan tujuh di antaranya.
Jika berhasil mengalahkan Stuttgart, Bayern Munchen akan mengikuti jejak Inter Milan sebagai klub elite Eropa yang sukses meraih double winners musim ini. Inter sebelumnya sudah memastikan gelar Serie A dan Coppa Italia di Italia. Keberhasilan Bayern menjuarai Bundesliga dan DFB-Pokal akan semakin menegaskan dominasi mereka di sepak bola Jerman musim ini.
Artikel Terkait
Rumor Kepulangan Mourinho ke Real Madrid Makin Kuat, Vinicius Junior dan Valverde Terancam Dilepas
David da Silva di Ambang Sejarah: Satu Laga Lagi Menuju Gelar Top Skor Tertua Liga Indonesia
Tottenham Masih Terancam Degradasi, Laga Lawan Everton Jadi Penentu di Pekan Terakhir Premier League
PSIM Yogyakarta Perpanjang Kontrak Pelatih Jean Paul Van Gastel untuk Musim Depan