Pemkot Medan Raih Penghargaan Nasional atas Transformasi Digital Pelayanan Publik

- Rabu, 29 April 2026 | 21:45 WIB
Pemkot Medan Raih Penghargaan Nasional atas Transformasi Digital Pelayanan Publik

Jumat, 24 April 2026, Metro TV menggelar National Governance Awards 2026. Acara ini digelar dalam rangka memperingati hari otonomi daerah. Tujuannya, memberikan apresiasi kepada pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, kepemimpinan strategis, serta dampak nyata dalam pembangunan daerah.

Nah, salah satu yang menerima penghargaan adalah Pemerintah Kota Medan. Mereka dapat kategori Excellence City in Digital Public Services Transformation. Yang hadir langsung menerima penghargaan itu Wali Kota Medan, Rico Triputra Bayu Waas.

"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Medan dalam kategori Good Governance ini," ujar Rico Waas.

Dia bilang, ini tentu menjadi kebanggaan buat dirinya pribadi dan juga buat Kota Medan. Tapi, katanya, ini bukan cuma soal bangga.

"Namun hanya saja tidak hanya kebanggaan, tapi ini juga menjadi cambuk. Kenapa? Di mana kita diberikan penghargaan, di situ kita juga harus menjaganya," lanjutnya.

Rico Waas juga menambahkan, pelayanan kepada masyarakat bakal terus dijaga lewat transformasi digital. Menurut dia, ke depannya harus makin baik lagi.

"Di mana di kehidupan kita sekarang dunia digital itu sudah sangat marak digunakan oleh seluruh masyarakat, ini harus bisa terus digunakan dan masyarakat juga bisa makin dekat kepada pemerintahnya. Itu yang terpenting. Antara gap antara pemerintah dengan masyarakat itu harus diperkecil. Itu fungsi-fungsi kita sebagai di pemerintah daerah," jelasnya.

Capaian SPBE dan Fondasi Reformasi Birokrasi

Kota Medan, belakangan ini, menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan dalam reformasi birokrasi. Digitalisasi jadi penggerak utamanya. Transformasi ini nggak cuma soal digitalisasi administrasi doang, tapi juga mencakup pembenahan proses kerja.

Dampaknya? Efisiensi anggaran meningkat, pengawasan internal makin kuat, dan pelayanan publik jadi lebih cepat, mudah, serta responsif. Setidaknya itu yang terlihat.

Di sisi lain, Kota Medan juga berhasil mendapatkan skor 3,67 dalam indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Angka itu tergolong sangat tinggi. Ini mencerminkan kematangan sistem digital terintegrasi yang jadi tulang punggung Smart Governance di sana.

Jadi, Medan nggak cuma mengadopsi teknologi. Mereka menjadikannya fondasi utama dalam reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Agak ambisius memang, tapi nyata.

"Selanjutnya yang akan dilaksanakan adalah menyiapkan Medan dalam satu data. Jadi setiap masyarakat yang ada di Kota Medan kita akan punya data lengkapnya. Kehidupannya, gajinya, bagaimana permasalahan-permasalahan dalam kehidupannya, anak-anaknya. Nah data-data ini akan kami kumpulkan menjadi dalam Medan satu data dan nantinya apabila adanya bantuan, program-program akan tepat sasaran nanti ke depannya. Itu yang sedang kami kejar di dalam tahun ini," jelas Rico Waas soal rencana strategisnya.

Dia juga nggak lupa soal pengembangan pelaporan berbasis teknologi terbaru. Katanya, pelaporan secara online nanti bisa dijawab secara generatif dan juga konklusinya. Setiap OPD di Kota Medan bisa langsung menanggapi permasalahan yang muncul.

"Itu yang sedang kami kerjakan di tahun ini," pungkasnya.

Konsistensi transformasi digital ini, setidaknya, menempatkan Kota Medan sebagai kota yang progresif. Mereka sedang membangun birokrasi modern yang adaptif, efisien, dan yang paling penting berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar