Operasional ratusan dapur yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia Timur dihentikan sementara. Langkah tegas ini diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul temuan bahwa ratusan titik layanan belum memenuhi satu syarat krusial.
Masalahnya terletak pada sertifikat. Tepatnya, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari total 4.219 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdata di Wilayah III BGN, sebanyak 717 dapur sama sekali belum mendaftarkan sertifikat tersebut. Inilah yang memicu penghentian operasional.
“SPPG yang belum mendaftarkan SLHS akan kami suspend sementara sampai kewajiban tersebut dipenuhi,” tegas Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/3/2026).
Artikel Terkait
Barbershop Tema Peaky Blinders Hadir di Luar Stadion Atletico Madrid untuk Promosi Film
Bayer Leverkusen dan Bayern Munich Imbang 1-1 dalam Laga Panas Penuh Drama VAR
Putri Kusuma Wardani Amankan Tiket Final Swiss Open 2026
Polri Gunakan Drone dan AI untuk Pantau dan Atur Arus Mudik Lebaran 2026