Suasana nostalgia dan semangat kebersamaan mewarnai pertemuan komunitas Indo Beatlemania Club (IBC) yang digelar di kawasan Tangerang. Acara ini tidak hanya diisi dengan alunan lagu-lagu legendaris The Beatles, tetapi juga menjadi momentum penting bagi konsolidasi anggota sekaligus deklarasi pembentukan kepengurusan chapter baru di Provinsi Banten.
Sejak didirikan pada tahun 2004, IBC telah bertransformasi menjadi wadah bagi para penggemar The Beatles di Indonesia. Komunitas ini tidak sekadar menyatukan pencinta musik, melainkan juga menjelma menjadi ruang untuk berbagi kreativitas, mempererat persahabatan, hingga menjalankan berbagai kegiatan sosial. Perjalanan komunitas ini dimulai jauh sebelum deklarasi resmi, tepatnya sejak era milis dan pertemuan langsung atau kopi darat para penggemar band asal Liverpool tersebut.
Pendiri IBC, Tuanku Herman, menjelaskan bahwa komunitas ini memiliki visi besar untuk memperkuat identitas budaya musik di Tanah Air. Ia menyebutkan, cita-cita utama yang ingin dicapai adalah menghubungkan kecintaan terhadap The Beatles dengan nilai-nilai lokal.
"Visi kita mendirikan ini adalah mem-Beatlemania-kan Indonesia dan meng-Indonesia-kan Beatlemania di Indonesia. Kami juga ingin IBC ini menjadi partner bagi International Beatles Fan Club di London, bukan bagian dari mereka," ujar Tuanku Herman dalam acara Metro Community Metro TV, Sabtu, 23 Mei 2026.
Sementara itu, Presiden IBC, Agus Sutisna yang akrab disapa Gus Choy, menyebutkan bahwa komunitas ini telah menjadi rumah besar bagi jutaan penggemar The Beatles di berbagai daerah. Meskipun sempat vakum dalam waktu yang cukup lama, IBC kini kembali aktif dengan berbagai kegiatan komunitas dan pertunjukan musik tribute.
"Kami kumpulkan data IBC sekitar lima jutaan, karena berbagi dari komunitas-komunitas daerah seperti Jogja Beatles Community, Jakarta Beatles Community, Bogor Beatles Community, dan Tangsel Beatles Community. Pada momen hari ini, kami akan membuat chapter IBC Tangerang, yaitu Tangerang Beatlemania Society. Jadi akan bertambah lagi setiap komunitas di daerah," kata Gus Choy.
Di sisi lain, komunitas ini juga aktif menggelar kegiatan sosial dan amal sebagai bagian dari semangat kebersamaan. Wakil Sekjen IBC, Nancy Tobing, menambahkan bahwa komunitas ini terus melahirkan generasi musisi tribute dan terbuka bagi siapa saja yang mencintai The Beatles.
"Kami mempunyai visi yang cukup bisa dibanggakan, yaitu mem-Beatlemania-kan seluruh masyarakat Indonesia. IBC mudah-mudahan menjadi komunitas pencinta The Beatles yang go international," ujar Nancy Tobing.
Keberadaan Indo Beatlemania Club menjadi bukti bahwa musik tidak hanya mampu menyatukan lintas generasi, tetapi juga membangun ruang persahabatan dan solidaritas yang abadi. Dengan semangat para pendiri, pengurus, dan seluruh anggota, IBC terus bergerak agar warisan musik The Beatles tetap hidup dan berkembang di Indonesia.
Artikel Terkait
LAMR Apresiasi Polda Riau Tetapkan PT Musim Mas Tersangka Kasus Lingkungan, Kerugian Negara Capai Rp187 Miliar
Polisi Tangkap Teman Kencan yang Rampok dan Buang Wanita di Cisauk, Satu Pelaku Masih Buron
Investor Asing Lepas Saham Rp 807 Miliar, IHSG Terperosok ke Level Terendah dalam Sepekan
Pendaftaran Kartu Layanan Gratis Transjakarta, MRT, dan LRT Dibuka di CFD Jakarta, Kuota Terbatas 200 Kartu