Dirut Bulog Klaim Stok Minyakita Aman di Jakarta dan Banten, Percepat Distribusi ke Papua

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:20 WIB
Dirut Bulog Klaim Stok Minyakita Aman di Jakarta dan Banten, Percepat Distribusi ke Papua

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengklaim stok minyak goreng rakyat Minyakita di pasar-pasar wilayah Jakarta dan Banten dalam kondisi aman. Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Minyakita, distribusi di berbagai wilayah mayoritas telah berjalan normal.

"Di aplikasi Minyakita seluruhnya sudah hijau. Bahkan tinggal Papua saja yang masih agak merah, yang lain sudah warna hijau. Nah nanti silakan dicek kembali, diyakinkan ya," ujarnya di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Rizal menegaskan, jika masih ditemukan kendala distribusi di lapangan, Bulog akan segera melakukan evaluasi terhadap wilayah terkait. Ia bahkan mengaku tidak segan melayangkan teguran keras kepada para pimpinan daerah.

"Kalau masih kurang nanti kami akan tegur pimpinan wilayah DKI-Banten untuk penyalurannya kenapa masih terhambat," kata dia.

Dalam penjelasannya, Rizal menyebut pihaknya mengacu pada data distribusi yang terus diperbarui secara berkala melalui aplikasi Minyakita. Ia memastikan pasokan Minyakita secara keseluruhan masih aman. Sementara itu, Bulog juga akan mempercepat distribusi khususnya ke wilayah Papua yang masih mengalami keterbatasan pasokan.

"Stok aman alhamdulillah, dan kita akan lakukan percepatan khususnya ke Papua. Kita mendapat dukungan dari salah satu tim yang membantu untuk pendorongan ke Papua supaya lebih cepat," ujarnya.

Di sisi lain, Rizal membantah adanya anomali distribusi Minyakita di pasar. Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi pasokan secara umum masih terkendali.

"Kalau menurut kami tidak anomali. Sebetulnya fine-fine aja, ada terus di pasar, karena berdasarkan kontrol dari teman-teman yang ada di lapangan semuanya petanya masih hijau, sudah hijau. Tidak ada yang kuning ataupun bahkan merah tidak ada, kecuali yang di Papua saja," ujar dia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar