PAN Dorong JK Temui Prabowo di Istana, Sampaikan Kritik Langsung
Sabtu, 11 April 2026
Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Partaonan Daulay, punya usul buat Jusuf Kalla. Menurutnya, alangkah baiknya jika mantan wakil presiden itu menyampaikan segala masukan dan kritiknya langsung ke Presiden Prabowo Subianto. “Kalau disampaikan langsung, kan, lebih gampang ditindaklanjuti pemerintah,” begitu kira-kira pandangan Saleh.
Memang, Prabowo sudah sering mengundang banyak tokoh ke Istana. Dari kalangan birokrat, akademisi, sampai jurnalis. Pertemuan-pertemuan itu pun tak jarang disiarkan televisi, jadi publik bisa ikut menyimak. “Ini menunjukkan kerendahan hati Presiden untuk berdialog dengan semua pihak,” kata Saleh lewat keterangan tertulisnya.
Nah, untuk itu, politikus yang juga Ketua Komisi VII DPR ini menilai JK sudah sepatutnya menyempatkan diri bertemu Prabowo secara langsung. “Apa pun sarannya, bahkan kritik sekalipun, akan lebih pas kalau diutarakan di hadapan orangnya. Saya yakin Pak Prabowo akan senang bertemu dengan tokoh sekaliber Pak JK,” ujarnya.
Saleh menambahkan, JK itu tokoh hebat. Pengalamannya luas, tidak cuma di bisnis, tapi juga politik dan birokrasi. Namanya dikenal hingga ke mancanegara.
“Saya kira banyak pihak yang berharap hal yang sama,” sambungnya. “Kalau Pak JK singgah ke Istana, semua berharap beliau menyampaikan kritik yang konstruktif. Berbicara langsung pasti lebih mudah dilaksanakan. Apalagi yang menyampaikan orang sekelas beliau.”
Di sisi lain, Saleh merasa kurang elok kalau orang seperti JK menyampaikan kritik lewat media sosial atau media massa. “Biarlah kritik terbuka seperti itu disampaikan masyarakat biasa. Semua orang juga tahu, Pak JK ini sangat cinta dan rela berkorban untuk Indonesia,” tuturnya.
Usulan ini muncul setelah sebelumnya JK memberi pernyataan terkait kebijakan energi. Di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (5/4), JK mengusulkan pemerintah mempertimbangkan pengurangan subsidi BBM. Tujuannya, menekan defisit negara.
“Kita minta agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga. Dan itu dilakukan di banyak negara,” kata JK.
Menurutnya, harga BBM yang terlalu murah justru bisa membuat orang tidak berhemat. Mobilisasi dengan kendaraan akan terus tinggi karena BBM terjangkau. “Subsidi akan meningkat terus. Kalau meningkat terus, ya utang naik terus,” pungkas JK.
Artikel Terkait
Sapi Kurban Presiden dan Wapres Berbobot 1,3 Ton Curi Perhatian Jemaah Istiqlal
Idul Adha 2026 di Banjarnegara: 339 Kambing Dominasi Kurban, Geser Tren Sapi
Banjir Landa Lima Desa di Gorontalo Utara, Kawasan Adat Didingga Paling Parah
Din Syamsuddin dalam Khutbah Idul Adha: Jangan Biarkan Perbedaan Politik dan Organisasi Pecah Belah Umat