Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa punya penjelasan menarik soal keputusan pemerintah memindahkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp300 triliun ke bank-bank Himbara. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar soal membiayai program prioritas. Ada tujuan yang lebih dalam: mendorong apa yang disebutnya sebagai "invisible hand" atau tangan tak terlihat di pasar keuangan.
Konsep "tangan tak terlihat" itu sendiri, kalau kita telusuri, berasal dari pemikir ekonomi klasik Adam Smith di abad ke-18. Intinya, mekanisme pasar diyakini bisa mengalokasikan sumber daya secara optimal, tanpa perlu intervensi pemerintah yang berlebihan. Nah, Purbaya rupanya ingin memanfaatkan konsep ini.
"Saya sebetulnya tidak peduli mereka (bank) taruh secara teoritis," ujar Purbaya saat ditemui di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat lalu.
"Tapi begitu taruh di situ, dia akan menyebar ke sistem perekonomian karena banknya dipaksa oleh invisible hand," tambahnya.
Jadi, logikanya begini. Dengan menempatkan dana segitu besar di perbankan, pemerintah seolah memaksa sektor finansial untuk bergerak. Bank-bank akan terdorong mencari dan membiayai proyek-proyek yang dinilai bagus dan menguntungkan. Alhasil, ekonomi pun diharapkan bergerak lebih lincah. Purbaya menyebut ini sebagai cara untuk menuntun perbankan mengikuti mekanisme pasar, dengan campur tangan pemerintah yang minimal.
"Kebijakan saya memaksa invisible hand berfungsi di sekitar finansial. Perbankan memilih proyek-proyek yang bagus dan membuat ekonomi bergerak," tegasnya.
Di sisi lain, kebijakan ini juga datang dengan penyesuaian teknis. Periode penempatan dana tahap awal Rp200 triliun diperpanjang hingga September 2026. Tak hanya itu, ada tambahan suntikan dana baru senilai Rp100 triliun.
Langkah penambahan fiskal ini digadang-gadang sebagai bentuk injeksi yang diperlukan untuk sektor keuangan, terutama setelah proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Semuanya bertujuan agar roda ekonomi berputar lebih kencang, didorong oleh tangan-tangan tak terlihat di pasar.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Harga Beras SPHP Tidak Naik Meski Dolar Menguat
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak
Prabowo Penuhi Undangan Macron ke Paris, Kunjungan yang Sempat Tertunda Kini Terlaksana
Penjualan Tiket Pelni Tembus 39.797 Selama Libur Iduladha, Bau-Bau dan Makassar Jadi Rute Favorit