Meski ada tantangan ekonomi yang mengintai, optimisme PT Bank Tabungan Negara (BTN) untuk bisnis KPR-nya justru melambung tinggi. Bank spesialis perumahan ini yakin, tren positif pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah akan bertahan untuk tiga sampai lima tahun ke depan. Bahkan, mereka punya ambisi besar untuk mendongkrak kapasitas penyalurannya secara signifikan.
Kapasitas produksi saat ini? Sekitar 200 hingga 250 ribu unit KPR per tahun. Tapi itu belum cukup. Menurut Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, perseroan sedang berupaya keras untuk melakukan lompatan.
“Kita lagi coba mau enhance kapasitas kita di 300 ribu-400 ribu per tahun,”
ungkap Nixon dalam sebuah pertemuan dengan media di Bandung, Kamis lalu.
Nah, salah satu strategi kuncinya adalah dengan memperluas jangkauan hingga ke pelosok. Caranya? BTN bakal gandeng PT Pos Indonesia. Rencananya, layanan KPR bisa diakses masyarakat lewat kantor Pos di berbagai daerah.
“Nanti layanan KPR BTN bisa di Pos Indonesia. Saya besok sore akan ketemu dengan manajemen Pos. Salah satu bicaraan itu,”
tambahnya.
Di sisi lain, BTN juga tak mau ketinggalan dalam hal digitalisasi. Mereka sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah marketplace properti terkemuka. Salah satu yang disebut adalah Rumah123. Tujuannya jelas: mempercepat pemasaran dan penetrasi pasar.
“Kita kerja sama rumah dengan rumah123. Karena kita pengen ke depannya BTN juga menjadi tempat perdagangan perumahan terbesar dan harus merangkul property online ini,”
jelas Nixon.
Optimisme ini tentu punya dasar. Sepanjang 2025, performa penyaluran kredit perumahan BTN tumbuh solid. Data menunjukkan, KPR Subsidi jadi motor utama dengan pertumbuhan 10% year-on-year. Total nilainya mencapai Rp191,2 triliun, naik dari sebelumnya Rp173,8 triliun.
Segmen KPR Non-Subsidi pun tak kalah. Tumbuh sehat 6,7% yoy, dengan nilai penyaluran mencapai Rp113,0 triliun di akhir Desember 2025. Angka ini meningkat dari Rp106,0 triliun di akhir 2024.
Dengan menggabungkan kekuatan layanan pembiayaan dan pemasaran digital, BTN percaya diri bisa menjawab tingginya kebutuhan rumah di Indonesia. Sekaligus, mereka ingin memperkuat posisi sebagai platform perdagangan properti terbesar di tanah air. Ambisi yang cukup jelas, dan langkah-langkah konkretnya mulai terlihat.
Artikel Terkait
Beban Subsidi Energi Tembus Rp313 Triliun, Pemerintah Dorong Konversi ke Gas Bumi
KBRI Roma Bagikan Bingkisan Daging Kurban Perdana ke 170 Jamaah Iduladha
Konversi LPG ke CNG Berpotensi Hemat Devisa Hingga USD6 Miliar, Namun Infrastruktur dan Biaya Jadi Tantangan
Sapi Limosin 1,2 Ton Bantuan Presiden untuk Iduladha di Karawang Sempat Stres Nyaris Serang Petugas