BTN Targetkan Kapasitas KPR Meningkat Hingga 400.000 Unit per Tahun

- Jumat, 10 April 2026 | 08:00 WIB
BTN Targetkan Kapasitas KPR Meningkat Hingga 400.000 Unit per Tahun

Meski ada tantangan ekonomi yang mengintai, optimisme PT Bank Tabungan Negara (BTN) untuk bisnis KPR-nya justru melambung tinggi. Bank spesialis perumahan ini yakin, tren positif pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah akan bertahan untuk tiga sampai lima tahun ke depan. Bahkan, mereka punya ambisi besar untuk mendongkrak kapasitas penyalurannya secara signifikan.

Kapasitas produksi saat ini? Sekitar 200 hingga 250 ribu unit KPR per tahun. Tapi itu belum cukup. Menurut Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, perseroan sedang berupaya keras untuk melakukan lompatan.

“Kita lagi coba mau enhance kapasitas kita di 300 ribu-400 ribu per tahun,”

ungkap Nixon dalam sebuah pertemuan dengan media di Bandung, Kamis lalu.

Nah, salah satu strategi kuncinya adalah dengan memperluas jangkauan hingga ke pelosok. Caranya? BTN bakal gandeng PT Pos Indonesia. Rencananya, layanan KPR bisa diakses masyarakat lewat kantor Pos di berbagai daerah.

“Nanti layanan KPR BTN bisa di Pos Indonesia. Saya besok sore akan ketemu dengan manajemen Pos. Salah satu bicaraan itu,”

tambahnya.

Di sisi lain, BTN juga tak mau ketinggalan dalam hal digitalisasi. Mereka sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah marketplace properti terkemuka. Salah satu yang disebut adalah Rumah123. Tujuannya jelas: mempercepat pemasaran dan penetrasi pasar.

“Kita kerja sama rumah dengan rumah123. Karena kita pengen ke depannya BTN juga menjadi tempat perdagangan perumahan terbesar dan harus merangkul property online ini,”

jelas Nixon.

Optimisme ini tentu punya dasar. Sepanjang 2025, performa penyaluran kredit perumahan BTN tumbuh solid. Data menunjukkan, KPR Subsidi jadi motor utama dengan pertumbuhan 10% year-on-year. Total nilainya mencapai Rp191,2 triliun, naik dari sebelumnya Rp173,8 triliun.

Segmen KPR Non-Subsidi pun tak kalah. Tumbuh sehat 6,7% yoy, dengan nilai penyaluran mencapai Rp113,0 triliun di akhir Desember 2025. Angka ini meningkat dari Rp106,0 triliun di akhir 2024.

Dengan menggabungkan kekuatan layanan pembiayaan dan pemasaran digital, BTN percaya diri bisa menjawab tingginya kebutuhan rumah di Indonesia. Sekaligus, mereka ingin memperkuat posisi sebagai platform perdagangan properti terbesar di tanah air. Ambisi yang cukup jelas, dan langkah-langkah konkretnya mulai terlihat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar