Sabtu pagi itu, udara Jakarta masih sepi. Tepat pukul 06.50 WIB, sebuah mobil berwarna hitam milik KPK meluncur memasuki halaman Gedung Merah Putih. Dari dalam mobil itu turun seorang pria dengan jaket dan topi hitam: Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Kedatangannya tentu bukan kunjungan biasa. Malam sebelumnya, dia terjaring dalam operasi tangkap tangan yang digelar KPK di Jawa Timur. Operasi itu menjaring total 16 orang, dan Gatut adalah salah satunya.
Dia langsung dikawal sejumlah penyidik dan polisi menuju ke dalam gedung. Sepanjang perjalanan singkat dari mobil ke pintu, Gatut sama sekali tak bersuara. Tak ada komentar, tak ada tanggapan soal proses hukum yang kini menghampirinya.
Menurut pantauan di lokasi, selain Gatut, belum terlihat wajah-wajah lain yang diamankan dalam OTT itu tiba. Rupanya, dia yang pertama dibawa untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan hal itu.
"Pagi ini, Tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pkl. 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif," ujar Budi, Sabtu (11/4/2026).
Operasi yang mengguncang ini terjadi Jumat malam (10/4/2026) di wilayah Jawa Timur. Sayangnya, sampai sekarang KPK masih menutup rapat detailnya. Budi Prasetyo enggan merinci siapa saja ke-15 orang lainnya yang ikut diamankan, juga perkara apa sebenarnya yang sedang diselidiki. Langkah berikutnya, KPK akan menentukan status hukum semua pihak yang terlibat.
Untuk Gatut Sunu Wibowo, hari Sabtu ini jelas menjadi awal dari sebuah proses panjang.
Artikel Terkait
Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Belanja Modal AS Jadi 7,8%, AI dan Insentif Pajak Jadi Pendorong Utama
Alwi Farhan Tembus 16 Besar Singapore Open 2026 Usai Tekuk Wakil Prancis
Warner Bros Discovery Naikkan Nilai Pinjaman Jadi 15 Miliar Dolar AS Jelang Akuisisi oleh Paramount
MNC Peduli dan KEK MNC Lido City Salurkan 11 Hewan Kurban ke Warga Kabupaten Bogor