Saat JPU mendesak, Ammar memberikan garis waktu yang lebih jelas.
"Pernah memakai ganja di sana, dan itu sekitar setahun yang lalu pas baru-baru masuk tahun 2023," jelasnya. "Ganja itu kan ditemukannya Januari 2025, saya pakainya jauh sebelum itu. Sudah satu tahun yang lalu. Tapi kalau ditanya apakah saya pakai ganja di Rutan, iya saya memakai ganja waktu itu di Rutan (Salemba)."
Lalu, dari mana barang haram itu berasal? Ammar mengaku tidak tahu persis sumber Black mendapatkan ganja. Tapi pernyataan terakhirnya yang paling mencengangkan.
"Oh nggak tahu, saya nggak tahu ceritanya," katanya. Kemudian ia menambahkan dengan nada datar, "Sebenarnya di Rutan Salemba itu (narkoba) emang dijual bebas."
Pernyataan itu menggambarkan situasi yang jauh dari gambaran sebuah lembaga rehabilitasi. Sidang pun berlanjut dengan pertanyaan-pertanyaan lain, meninggalkan kesan kuat tentang klaim 'pasar bebas' narkoba di balik tembok rutan.
Artikel Terkait
Ahli Ungkap Cara Sederhana Tingkatkan Dopamin, dari Makanan hingga Aktivitas Ringan
Dr. Boyke Ingatkan Penurunan Testosteron dan Pentingnya Pola Hidup Sejak Usia 25
Intermittent Fasting untuk Penderita GERD: Bisa Bermanfaat dengan Syarat
Insanul Fahmi Selesaikan Pemeriksaan Polda Metro Jaya, Jawab 30 Pertanyaan